Nelayan, Petani dan Pengusaha Lokal Di Sula ’Ketiban’ Berkah Dari Program MBG

More articles

Malut, Investigasi.News-, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Sula tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak bangsa dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Petani, Nelayan atau pengusaha ikan kini terlibat langsung sebagai pemasok bahan pangan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana.

Buah, sayur, hingga ikan segar disuplai secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan program yang menyasar ribuan penerima manfaat. Keterlibatan pelaku lokal ini menjadi bukti bahwa MBG tak sekadar program sosial, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat desa.

Kepala Mitra SPPG Desa Wai Ipa, Subhan Abdul Latif Buamona, SE, mengatakan sebagian besar bahan pangan yang digunakan berasal dari petani dan pelaku usaha lokal di Kepulauan Sula. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas bahan tetap segar sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di daerah.

“Sebagian buah dan sayur kita ambil langsung dari petani lokal. Ikan juga dari Nelayan disini. Selain menjaga kualitas, ini membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendorong putaran ekonomi didaerah”, ujar pria yang akrab disapa Bung Endi (24/2).

Lebih lanjut menurut Subhan, pendekatan berbasis potensi lokal ini menjadi kunci keberhasilan program, karena selain mempercepat distribusi, juga menekan biaya logistik.

Untuk diketahui program MBG di Kepulauan Sula saat ini telah menjangkau 2.377 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa PAUD/TK, SD, SMP, SMA, madrasah, pesantren, serta kelompok 3B yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dari total tersebut, sekitar 2.000 penerima berasal dari kalangan pelajar, sementara sisanya dari kelompok rentan yang membutuhkan perhatian gizi lebih.

Subhan berharap dengan melibatkan petani dan pelaku usaha ikan lokal, MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian pangan daerah.

“Program ini dinilai menjadi contoh kolaborasi nyata antara pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal“, tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest