Jember, Investigasi.News- Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Muhammad Fawait berinisiatif menghadirkan pelayanan publik kepada masyarakat secara langsung di tingkat kecamatan/kelurahan dengan dikemas dalam program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan).
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Jember kurang lebihnya selama 1 tahun banyak menuai kontroversi di kalangan pemerhati/aktivis Jember.
Seperti yang disampaikan oleh Agus Mashudi kepada wartawan Investigasi.News melalui jaringan seluler, salah satu pemerhati pengguna anggaran negara dan kebijakan pemerintah, mengatakan pada prinsipnya program kerja tersebut baik tetapi yang perlu kita perhatikan dampak terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jember. Rabu(25/3/2026)
“Program ini baik, akan tetapi perlu evaluasi lagi. Program yang sudah berjalan 1 tahun ini apakah memiliki dampak terhadap kualitas IPM di Kabupaten Jember.”ujar Agus.
Ia menambahkan hingga menginjak di tahun ke-2, saya belum melihat capaian kualitas IPM terpenuhi, seperti kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember sebagai progres capaian pembangunan jangka pendek.
“Justru yang terjadi program Bunga Desaku ini hanya menjadi alat komunikasi kekuasaan untuk meningkatkan elektabilitas secara politik” tegas Agus Mashudi.



















