Lagi-lagi Terbakar, Sumur Minyak Ilegal di Keluang Diduga Dilindungi Oknum!

More articles

Muba, Investigasi.news — Kebakaran kembali terjadi di lokasi sumur minyak ilegal di wilayah HGU PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Rabu (23/7/2025) sekitar pukul 15.20 WIB. Mirisnya, aparat kepolisian setempat—khususnya Polsek Keluang—diduga menutup mata dan enggan memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Wartawan yang mencoba melakukan konfirmasi pada Kamis (24/7/2025) justru mendapat penolakan. Kanit Reskrim Polsek Keluang menolak diwawancara dengan alasan hendak ke Polres. Sikap tertutup ini memunculkan dugaan kuat bahwa ada ‘main mata’ antara aparat dengan pemilik sumur minyak ilegal.

“Saya sebagai wartawan curiga ada uang pelicin yang mengalir ke oknum tertentu. Pasalnya, setiap ingin konfirmasi, kami selalu dihadapkan pada prosedur mengisi buku tamu, lalu diberikan amplop berisi uang Rp50 ribu,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.

Sumber dari lokasi menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di area Kobra Tiga Pintu Air 07 Blok H28, tepatnya di wilayah HGU PT Hindoli. Sumur tersebut diduga kuat milik seseorang berinisial AG, yang sudah lama dikenal sebagai pemain minyak ilegal di kawasan itu.

“Betul, kebakaran terjadi di sumur milik AG. Tapi anehnya, aparat seolah tak pernah bertindak tegas. Ini bukan kejadian pertama,” ujar seorang pekerja pengeboran yang meminta identitasnya disembunyikan.

Kebakaran sumur minyak ilegal bukanlah hal baru di Kecamatan Keluang. Beberapa kali insiden serupa terjadi, namun tidak pernah ada penindakan nyata dari Polsek setempat. Warga dan aktivis mempertanyakan, apakah ini bentuk kelalaian atau justru kesengajaan karena adanya ‘backing’?

Polda Sumsel diminta turun tangan dan memberikan atensi serius terhadap maraknya aktivitas pengeboran minyak ilegal di wilayah hukum Polsek Keluang. Apalagi jika benar ada dugaan pembiaran dan perlindungan terhadap aktivitas yang jelas-jelas melanggar hukum dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Sudah saatnya Kapolda Sumsel membersihkan aparat di bawahnya yang diduga bermain di ranah ilegal ini. Jangan tunggu korban jiwa baru turun tangan,” tegas salah satu warga Keluang yang geram.

Tim

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest