Malut, Investigasi.news – Selesai sudah polemik menyangkut Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan RSUD Sanana (HRS base), sebelumnya paket pekerjaan senilai Rp 2.945.152.659.00 atau senilai Rp 2,9 miliar tidak bisa dikerjakan karena berbenturan dengan ‘mega proyek’ Pembangunan Gedung Baru RSUD-Sanana yang nilainya Rp 149 miliar lebih, paket pekerjaan ini kemudian dialihkan ke timbunan jalan menuju ke pasar tradisional Basanohi di desa Fogi dan sebagian ke jalan Bimoli Wai Hama.
Ditemui dikediamannya, H. Adam pihak pelaksana pekerjaan dari CV. Rinni Jaya menjelaskan jika paket pekerjaan pengalihan dari Peningkatan Jalan RSUD Sanana sementara ini sedang dikerjakan.
“Sementara sedang di kerjakan, jadi sesuai volume yang dialihkan, di timbunan menuju pasar itu 1,1 Kilometer, kemudian sisanya 400 meter itu di jalan Bimoli Wai Hama”, ungkap H. Adam (25/7).
Masih menurutnya jika melihat urgensi untuk kepentingan masyarakat, semua sama untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan semangat pembangunan.
“Jalan menuju pasar menjadi atensi masyarakat kepada pemerintah daerah, jalan Bimoli juga sudah parah itu, pada dasarnya sama untuk kepentingan masyarakat“, sambung H. Adam.
Enggan mengomentari lebih jauh, kepada investigasi H. Adam hanya mau focus menyelesaikan pekerjaan sesuai SPK (Surat Perintah Kerja) maupun kontrak kerja yang diterima CV. Rinni Jaya.
“Masih ada waktu yang cukup, sesuai kontrak 285 hari kalender, sampai Desember 2025, mohon doanya untuk kelancaran pekerjaan dan agar bisa segera dirasakan oleh masyarakat”, tutup H. Adam di kediamannya di desa Fatce-Sanana. RL








