Banner

Tabligh Akbar Cinta Tanah Air, Kodam IV/Diponegoro Hadirkan Ustadz Das’ad Latif

More articles

Semarang, Investigasi.news– Dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI dan HUT ke-75 Kodam IV/Diponegoro, Kodam IV/Diponegoro menggelar Tabligh Akbar bertajuk “Cinta Tanah Air” di Balai Diponegoro, Rabu (24/9/2025). Acara religius ini menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., beserta jajaran prajurit dan tamu undangan tampak khusyuk mengikuti tausiyah. Kegiatan yang mengusung tema “Kodam IV/Diponegoro Bersholawat dan Berdoa untuk NKRI dan Dunia” berlangsung penuh kekhidmatan.

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan tabligh akbar ini tidak sekadar seremoni peringatan, melainkan juga momentum untuk meneguhkan rasa cinta tanah air. Ia menekankan, kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada persenjataan, tetapi juga pada doa dan dukungan rakyat.

“TNI akan terus bersama rakyat, berjuang demi kepentingan bangsa dan kemaslahatan umat. Kebersamaan ini menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga kedaulatan negara,” tegas Pangdam.

Selain doa dan sholawat bersama, acara juga diwarnai penyerahan santunan kepada anak yatim piatu. Tindakan ini disebut Pangdam sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen TNI untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif mengingatkan bahwa Indonesia adalah negeri yang diberkahi Allah SWT dengan tiga nikmat besar: alam yang indah dan kaya, kebebasan beragama, serta keamanan di tengah keberagaman.

Ia menekankan pentingnya prajurit TNI menjadi abdi negara yang amanah, berpegang pada agama, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Keberagaman adalah kekuatan, bukan sumber perpecahan. Jika dirawat dengan ikhlas, Indonesia akan terus aman, damai, dan sejahtera,” ujar Ustadz Das’ad.

Acara tabligh akbar ini menjadi penegasan bahwa TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro, tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga merawat spiritualitas dan kebersamaan sebagai fondasi kokoh bangsa.

(Pendam IV/Diponegoro / Jumardin)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest