Sibolga, Investigasi.news — Korban Insiden Penumpang melompat dari atas KMP Jatra II milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berdasarkan pengecekan manifest penumpang ternyata merupakan Warga Binaka Kota Gunungsitoli atas nama Jamri Simangunsong, lahir di Pardomuan Nauli, 17 Juli 1987 anak dari Pasutri Pargaulan Simangunsong dan Tirenni Pasaribu.
Korban yang seyogyanya menyeberang dari Pelabuhan Gunungsitoli menuju pelabuhan Sibolga dan tiba pada Sabtu (25/10) pukul 08.05 WIB. Namun naas saat kapal tengah memasuki alur Pelabuhan Pelindo Sibolga pada posisi 01°43.091’ N, 98°45.315’ E, tiba-tiba korban menaiki pagar pembatas langsung melompat dan jatuh kelaut.
Salah seorang penumpang KMP Jatra II lainnya atas nama Asmari Batubara (63) warga Desa Tuwuna – Mandrehe yang berada tidak jauh tempat korban menaiki pagar pembatas meneriaki korban namun karena proses sangat cepat akhirnya saksi bersama penumpang lainnya melaporkan kejadian tersebut kepada ABK KMP Jatra II yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak kapal segera melakukan langkah penanganan darurat dengan membuka ramp door haluan kapal untuk melakukan proses evakuasi. ABK Jatra 2 melakukan prosedur penanganan orang jatuh kelaut. Kemudian ABK berhasil menemukan korban dan melakukan evakuasi keatas kapal Jatra II.
Tak berselang lama, TNI AL turut memberikan bantuan berupa peralatan penyelamatan di lokasi kejadian. Sekitar pukul 08.29 WIB, korban berhasil dievakuasi ke kapal milik TNI AL, kemudian dibawa menuju pelabuhan menggunakan boat TNI AL untuk penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.
Sandar di Pelabuhan Sibolga, korban langsung dilarikan ke RS. F. L. Tobing untuk segera mendapatkan penanganan medis, namun malang tak dapat ditolak oleh pihak medis yang menangani korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepada korban kemudian dilakukan Visum oleh pihak medis, jenazah korban diserahkan kepada pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pelindo Sibolga di bawah pengawalan dan pengawasan instansi terkait lainnya. Saat berita ini diturunkan sedang dilakukan proses penyerahan Jenazah kepada pihak ASDP selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga korban.
Menurut informasi yang dihimpun awak media, perwakilan keluarga korban telah tiba di Pelabuhan Pelindo Sibolga atas nama Jogi Pasaribu (26) yang merupakan adik ipar kandung korban.
“Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian beliau, saat ini beliau memang ada sedikit gangguan psikologi sepulang dari Merauke. Almarhum pernah bekerja disana untuk beberapa tahun sebelum pindah ke Nias.
Kami tidak menuntut apapun dan tidak lupa berterimakasih kepada pihak ASDP yang telah mengurus segala sesuatu dimulai dari evakuasi hingga keberangkatan malam ini sampai tiba dan di kampung halaman,” tegas Jogi Pasaribu.
Malam ini Jenazah akan dibawa ke kampung halaman korban di Parsoburan, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, Sumatera Utara untuk kemudian diserahkan sepenuhnya oleh ASDP kepada pihak keluarga korban.
Atas peristiwa ini, ASDP dalam keterangan resminya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban, semua biaya medis hingga pemberangkatan jenazah ditanggung biayanya oleh ASDP dan memberikan santunan kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini.
Hingga saat ini, ASDP terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan penanganan lebih lanjut berjalan dengan baik serta menghimbau para calon penumpang agar senantiasa berhati-hati ketika berada diatas area kapal dan mematuhi semua rambu- rambu dan peringatan yang ada diatas kapal sehingga diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.
“Kami mengucapkan turut bersukacita yang sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban dan tidak lupa mengimbau seluruh pengguna jasa agar selalu berhati-hati dan memastikan berada di area yang aman selama berada di atas kapal penyeberangan,” pungkas Shelvy Arifin, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
(wr. warasi)








