Weda, Investigasi.News- Warga trauma dengan beredarnya video-video penculikan anak, alias pemburu organ tubuh manusia. Seperti terjadi di beberapa wilayah yang ada di indonesia membuat Ibu Alci Tidore(43), bersama 3 orang anak perempuan, Artalita Resubun(15), Klarisa tayawi(13), Frisya Tayawi(8), asal desa Siben Popo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah ini terpaksa lari masuk ke hutan untuk mengamankan diri. Sebab ada gerak-gerik sejumlah pria yang menggunakan kendaraan bermotor dengan gerakan yang dicurigai.
Alci Tidoere saat di temui wartawan Investigasi.News di kediamannya usai kejadian (26/01) menerangkan pukul 15:00,(25/01) kami bertolak berjalan kaki dari kampung menuju kebun kami Kebun Bina Desa Siben Popo sekira pukul 17:00 kami tiba di tempat tujuan. Tak lama kemudian, sekira pukul 17:25, ada seorang pria menggunakan motor jenis matic merek Scoopy berhenti di ruas jalan arah kiri, lintas Patani-Weda tepatnya di kebun Bina Desa Siben Popo.
“Sementara saya bersama anak-anak berada di sebelah jalan bagian kanan arah Patani-weda tidak jauh dari orang yang dicurigai itu. Jarak dengan kami sekitar 10 meter pria yang dicurigai itu berhenti dan memeriksa motornya. Seakan-akan motornya sedang rusak, terus dia membuka bagasi motor lalu mengambil Hpnya terus menelpon salah satu rekanya. Hasil telponan itu didengar dan curigai sepertinya ada niat buruk kepada kami, “Hallo…ini sudah ada, terus ini keadaan lagi hujan jadi kayaknya akan tidak bisa”, ucap Alci meniru pria yang di curigai itu.
Lanjut Alci Tidore, saat mendengar hasil telponan pria yang tak dikenal itu, dirinya bersama anak-anaknya kemudian bergegas untuk menghindar ke arah hutan dalam semak-semak sekitar jarak 40 meter dari posisi awal. Lalu memantau dari jauh gerakan pria tersebut. Ternyata pria tersebut menjemput dua rekanya lalu kembali ke tempat semula. Tidak lama kemudian salah satu unit motor jenis KLX muncul dari arah Weda. Tak lama kemudian sekitar 5 unit motor bermunculan lagi. Saat itu kami tetap pantau dari jauh, tapi DG motor tidak diperhatikan, ciri-ciri orang tak di kenal itu menggunakan penutup wajah dan kepala. Anehnya kata Alci, motor jenis KLX yang diduga rekan-rekan komplotan itu memaksa menaikkan motornya ke perkebunan kelapa yang ada di sebelah kiri persimpangan jalan kebun Binas desa. Lalu motor tersebut disembunyikan di semak-semak”, saat kami pantau, gerak-gerik orang yang tak di kenal itu berpencar seakan-akan mencari sesuatu di perkebunan kelapa yang tak jauh dari posisi kami”, terang Alci Tidore saat bersama Investigasi.New ke tempat kejadian perkara, Kebun Bina desa Siben Popo.
Dengan gerakan yang semakin dicurigai itu, Alci Tidore lalu mengajak anak-anaknya lari untuk mengamankan diri menyebrang hutan dan kali untuk kembali ke Kampung dengan jarak yang ditempuh 2 kilo meter menuju kampung dengan kondisi selamat”, sekitar 1 jam lebih kami sampai di kampung lalu beri informasi ke warga dan aparat desa tentang kejadian yang mereka alami tersebut”, kata Alci Tidore.
Terpisah, dengan kejadian itu Yunus Wele selaku Camat Patani Barat, meminta kepada aparat-aparat desa agar buat pengumuman di masing-masing desa agar berhati-berhati dan selalu menjaga anak-anak agar tidak keluar rumah, kalau tidak ada hal yang penting untuk anak-anak jangan biarkan anak-anak kita bebas keluar, terutama di malam hari”, Himabau Yunus Wele. (BM)






