Judi Rolet di Sentani Nekat Beroperasi Saat Ramadan, Tokoh Agama Desak Polisi Tangkap Pengendali

More articles

Jayapura – Praktik perjudian jenis Rolet di kawasan Pasar Baru, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kembali memantik kemarahan publik. Di saat umat Muslim tengah khusyuk menjalankan ibadah puasa Ramadan, aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik judi terang-terangan itu justru disebut masih bebas beroperasi tanpa hambatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas judi Rolet tersebut diduga dikendalikan oleh Imanoel alias Noel. Ia disebut-sebut mengatur jalannya permainan yang berlangsung di halaman rumah pribadinya di kompleks Pasar Baru Sentani. Ironisnya, lokasi yang diduga menjadi arena perjudian itu berada di tengah lingkungan permukiman warga.

Sejumlah warga mengaku resah dan geram. Mereka menilai, keberanian menjalankan praktik perjudian di bulan suci Ramadan merupakan bentuk pengabaian terhadap norma agama, etika sosial, dan ketertiban umum.

“Ini bulan puasa, orang lagi fokus ibadah. Tapi judi masih jalan terus. Seolah-olah tidak ada hukum dan tidak ada rasa hormat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Warga menyebutkan, praktik tersebut bukan kali pertama terjadi. Dugaan aktivitas judi Rolet itu diklaim telah berlangsung cukup lama dan berulang kali menjadi keluhan masyarakat. Namun hingga kini, aktivitas tersebut disebut masih tetap berjalan.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mereka mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindak praktik perjudian yang dinilai mencederai ketertiban dan merusak moral lingkungan, terlebih di momen Ramadan yang seharusnya dijaga kesuciannya.

Sejumlah tokoh agama di Sentani pun angkat bicara. Mereka menyampaikan sikap tegas dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, menutup lokasi yang diduga menjadi tempat perjudian, serta menangkap dan memproses hukum pihak yang diduga sebagai pengendali kegiatan tersebut.

“Jangan sampai hukum kalah dengan praktik seperti ini. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk. Ramadan harus dijaga dari aktivitas maksiat yang meresahkan,” tegas salah satu tokoh agama setempat.

Menurut para tokoh agama, tindakan tegas sangat diperlukan bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga demi menjaga stabilitas sosial dan menciptakan suasana kondusif selama bulan suci.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan telah berupaya menghubungi Imanoel alias Noel melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi dan konfirmasi atas dugaan tersebut. Namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Media ini tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini. Jhon

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest