Pemkab Malang Paparkan LKPJ 2025, Capaian Pembangunan Lampaui Sejumlah Target

More articles

KEPANJEN, investigasi.news – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M., bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Malang Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Kamis (26/3).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, S.Sos., didampingi Wakil Ketua I Ir. H. Kholiq, M.AP., Wakil Ketua II Alayk Mubarrok, M.H.I., dan Wakil Ketua III Sudarman, serta dihadiri para anggota DPRD. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, jajaran kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Malang.

Mengawali penyampaian LKPJ yang dibacakan oleh Wakil Bupati Malang, disampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dengan harapan dapat saling memaafkan dan mempererat silaturahmi di hari yang penuh kebahagiaan, keberkahan, dan ampunan.
Dalam paparannya, Wakil Bupati Malang menyampaikan bahwa rencana pembangunan Kabupaten Malang Tahun 2025 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

“Seluruh kemajuan dan capaian pembangunan di berbagai bidang merupakan hasil kerja keras kita bersama, dengan mengerahkan segenap pikiran dan tenaga, serta komitmen dan integritas dalam membangun Kabupaten Malang seutuhnya,” ujarnya.

Wakil Bupati Malang juga mengungkapkan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang akan dioptimalkan dengan menggali dan mengidentifikasi sumber PAD yang tidak membebani masyarakat serta tidak menurunkan minat berwirausaha, sekaligus menciptakan iklim investasi yang nyaman. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Malang juga akan memperhatikan ketercukupan anggaran sebagai input dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Sementara itu, dalam pengelolaan belanja daerah, kebijakan umum anggaran pembangunan diarahkan pada prinsip keadilan agar dapat dinikmati seluruh masyarakat, khususnya dalam pelayanan publik. Kebijakan tersebut disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan daerah.

Selanjutnya, Wakil Bupati Malang menyampaikan lima prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang, yaitu:
Pengentasan kemiskinan menuju kesejahteraan sosial serta peningkatan daya saing sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, serta perluasan lapangan kerja;
Peningkatan perekonomian melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM, serta peningkatan daya saing investasi;
Peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, efektif, dan antikorupsi;
Peningkatan penanganan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta pembangunan karakter masyarakat berlandaskan agama, integritas, dan budaya;
Pemantapan pemerataan pembangunan infrastruktur, keberlanjutan lingkungan, serta ketangguhan bencana.

Adapun capaian pembangunan Tahun 2025 secara garis besar meliputi tingkat kemiskinan sebesar 8,78 persen; rasio gini sebesar 0,343; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,45; pertumbuhan ekonomi sebesar 5,92 persen; realisasi investasi sebesar Rp5,39 triliun; indeks reformasi birokrasi sebesar 84,28; Indeks Harmoni Indonesia (IHI) sebesar 6,9; serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 75,67.

“Secara umum, capaian pembangunan Kabupaten Malang Tahun 2025 dapat dikategorikan baik. Hal ini ditunjukkan melalui capaian yang melampaui target pada sejumlah indikator makro seperti rasio gini, IPM, IHI, realisasi investasi, dan pertumbuhan ekonomi,” tutur Wakil Bupati Malang.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Malang menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang atas dukungannya, sehingga pada Tahun 2025 Kabupaten Malang mampu meraih 437 penghargaan.

Penghargaan tersebut terdiri atas 4 tingkat internasional, 64 tingkat nasional, 280 tingkat provinsi, dan 89 tingkat regional Malang Raya, baik yang diraih oleh pemerintah daerah secara kelembagaan maupun tokoh dan elemen masyarakat, baik secara kelompok maupun perorangan.

“Banyaknya penghargaan dan prestasi tersebut bukanlah tujuan utama, melainkan sebagai motivasi untuk memacu daya saing secara sehat serta membiasakan berpikir kreatif dan bertindak secara sistematis, efektif, dan efisien demi memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang,” tegasnya.

Ke depan, tugas pembangunan akan semakin menantang seiring dengan dinamika dan tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penguatan lembaga pemerintahan desa serta pemberdayaan masyarakat perdesaan dan perkotaan.

“Untuk itu, diperlukan sinergi dari semua pihak dalam mencapai hasil pembangunan yang diharapkan bersama, termasuk dalam melanjutkan RPJMD lima tahun mendatang guna mewujudkan tahapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025–2045,” pungkas Wakil Bupati Malang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest