Jember, Investigasi.News – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun kurikulum kontekstual dan mengimplementasikan pembelajaran aktif berbasis deep learning, MKKS SMAN bersama PGRI Kabupaten Jember menyelenggarakan kegiatan International Workshop selama 5 hari, mulai tanggal 16 hingga 20 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di 5 tempat yaitu Di Gedung PGRI Jember, SMAN 3 Jember, SMAN Jenggawah, SMAN 1 Kencong dan SMAN 1 Tanggul dengan diikuti oleh kurang lebihnya 539 guru.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Marta Mila Sughesti S.Pd., S.S., M.Pd. pada hari Senin (16/07) bertempat di Aula PGRI Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini.
“Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti di tataran wacana, tetapi betul-betul diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di kelas. Keterampilan abad 21 sangat penting dan harus tertanam dalam cara mengajar guru-guru kita,” ujar beliau.
Pelatihan ini menghadirkan 2 narasumber dari luar, tepatnya berasal dari negara Malaysia yaitu Dr Bala Murali Tanimale (the sclence Specialis In SEAMEO RECSAM) dan Dr Sayed Yusoff Bin Syed Hussain (Deputi Director In SEAMEO RECSAM) serta translator Marta Mila Sughesti S.Pd., S.S., M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanggul.
Dalam pemaparan Nara sumber, Marta Mila Sughesti mengatakan bahwa deep learning bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan pada berbagai jenis kurikulum, baik Kurikulum 2013 maupun kurikulum lainnya di masa mendatang.
“Pendekatan ini berpijak pada tiga prinsip utama, yaitu meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning. Meaningful learning berarti pembelajaran harus bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa”tutur Marta.
Mindful learning menekankan pentingnya kesadaran penuh siswa dalam proses belajar, sedangkan joyful learning memastikan bahwa proses pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan, memotivasi, dan membangun semangat siswa untuk terus belajar.
Dalam penerapannya, pendekatan deep learning mengajak guru untuk memperhatikan tahapan berpikir siswa secara sistematis. Dimulai dari level dasar yaitu C1 (menghafal) dan C2 (memahami), kemudian berlanjut ke level menengah C3 (menerapkan) dan C4 (menganalisis). Selanjutnya siswa diarahkan pada level berpikir tinggi, yaitu C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta).
Lebih lanjut, Marta mengatakan semua proses ini harus selaras dengan tujuan pembelajaran, pengalaman belajar, serta asesmen yang dirancang tidak hanya di akhir proses, tetapi juga sepanjang pembelajaran berlangsung.
“Pendekatan ini menuntut refleksi terus-menerus dari guru dan siswa agar tercapai pemahaman yang mendalam serta keterampilan abad 21 yang sesungguhnya” ujarnya.
Dengan suasana pelatihan yang bermakna, sadar, dan menyenangkan, Marta berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan guru-guru profesional yang mampu menjawab tantangan zaman dan mencetak lulusan berkarakter unggul di era abad 21.
Diakhir acara, Martha mengucapkan terimakasih kepada semua yang membantu menyukseskan International Workshop, diantara kepala sekolah SMAN 3 Jember, Kepala Sekolah SMAN Jenggawah, Kepala Sekolah SMAN 1 Kencong serta ketua PGRI Kabupaten Jember. Jos










