Sawahunto, Investigasi.news – Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra sangat optimis terhadap target pendapatan asli daerah ( PAD ) Tahun Anggaran 2026 Kota Sawahlunto Rp71,66 Milyar. Ini estimasi paling optimis namun terukur.
” menjawab tantangan pendapatan ini dengan melakukan langkah-langkah bertahap dan terukur untuk meningkatkan daya tahan fiskal ” kata Riyanda pada Rapat paripurna DPRD Kota Sawahlunto, Rabu (26/11/2025).
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi haryati, Wakil Ketua Jaswandi dan Elfia Rita Dewi itu, dia juga menyampaikan, prinsip kehati-hatian (Prudent): Menanggapi pertanyaan Fraksi PAN-PKB dan Fraksi NasDem – Demokrat tentang target PAD Rp71,66 Miliar yang dinilai stagnan.
” kami sampaikan bahwa angka ini adalah estimasi paling optimis namun terukur yang dapat kami pertanggungjawabkan secara hukum saat ini. Kami menghindari menetapkan target imajiner yang hanya akan menciptakan defisit semu di akhir tahun” papar Wako.
Riyanda juga menaggapi, realisasi PAD posisi per 31 Oktober 2025 adalah sebesar 83,529. Kami optimis estimasi hingga 31 Desember 2025 dapat mendekati 100 persen .
Penurunan Target 2026, Penurunan target PAD (sekitar Rp458 juta) dibanding APBD-P 2025 disebabkan oleh penyesuaian target pada beberapa jenis Pajak dan Retribusi agar lebih realistis dan tidak membebani masyarakat secara berlebihan, mengingat daya beli yang belum pulih sepenuhnya.
Terkait PBB-P2, realisasi PBB-P2 per 31 Oktober adalah 85,595. Terkait target 2026, saat ini kami sedang melakukan verifikasi ulang objek pajak. Hal ini merespons banyaknya keberatan wajib pajak akibat pemberlakuan Perda Nomor 1 Tahun 2024 dan isu kenaikan pajak nasional. Kami mengedepankan asas keadilan agar pajak tidak mencekik warga.
Tanggapan Wali Kota Sawahlunto terhadap pandangan umum fraksi – fraksi DPRD Kota Sawahlunto terhadap Rancangan APBD tahun anggaran 2026 itu, dilanjutkan dengan pembahasan bersama antara legislatif dan OPD pemerintah daerah. (tumpak)
















