Pariaman, — Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah di Kota Pariaman berjalan tanpa kendala serta bebas dari tekanan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Hukum terkait pelaksanaan proyek pendidikan yang digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman. Kamis 26 Februari 2026
Acara yang berlangsung di Aula Balaikota Pariaman itu turut dihadiri oleh seluruh kepala sekolah SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK, serta jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman. Kepala Kejari Pariaman, Anggia Yusran, bersama tim juga hadir memberikan arahan dan pendampingan hukum.
Kejari Hadir untuk Mendampingi, Bukan Menakut-nakuti
Dalam arahannya, Yota Balad menekankan bahwa pendampingan yang diberikan Kejari merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap pembangunan sarana pendidikan berjalan sesuai aturan.
“Kehadiran Kejari bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memberikan pendampingan sejak awal agar pembangunan berjalan dalam koridor hukum,” tegas Yota.
Ia juga meminta para kepala sekolah tidak lagi merasa takut terhadap ancaman dari oknum atau kelompok yang mengatasnamakan LSM dan mencoba mengganggu proses pembangunan.
Proyek Strategis Pemerintah Pusat
Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan agenda prioritas pemerintah pusat demi meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan nasional. Melalui pendampingan hukum yang diberikan oleh Kejari, Yota berharap seluruh kepala sekolah dapat menjalankan tugas tanpa rasa cemas.
“Selagi pekerjaan sesuai RAB dan aturan, maka tidak ada yang perlu ditakutkan. Semua akan berjalan aman,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi hukum ini juga menghadirkan narasumber dari Kejari Pariaman, yaitu Kasi Datun Anita Yuliana dan Kasi Intel Aridona Bustari.
Kejari Pastikan Pembangunan Tepat Prosedur dan Tepat Sasaran
Kepala Kejari Pariaman, Anggia Yusran, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan memberikan penerangan hukum kepada seluruh pihak pelaksana, agar proyek pendidikan benar-benar tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan di Kota Pariaman.
“Kami ingin pembangunan sarana pendidikan ini berjalan optimal dan memberi dampak positif bagi seluruh siswa,” ujar Anggia.
**Afri








