Padang Pariaman, Investigasi.news – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan kurangnya fasilitas serta potensi bahaya yang dihadapi siswa SDN 10 Sungai Limau, Nagari Guguak Kuranji Hilir, tim Investigasi.news langsung mendatangi sekolah tersebut untuk melakukan konfirmasi dan peninjauan lapangan.
Kehadiran tim disambut hangat oleh Bendahara Sekolah, Ibu Mursini, S.Pd., Ketua Komite Sekolah, Bapak Abdul Wahab, serta sejumlah guru. Saat dikonfirmasi mengenai keluhan masyarakat, keduanya membantah adanya kekurangan fasilitas dan menegaskan bahwa kondisi sekolah dalam keadaan layak.
“Silakan dicek langsung. Fasilitas, terutama toilet, tersedia dan dalam kondisi bersih. Kami selalu mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” ujar Mursini kepada Investigasi.news.
Tim kemudian meninjau langsung kondisi toilet sekolah dan mendapati fasilitas air bersih tersedia dan layak pakai. Kebersihan toilet juga terpantau cukup terjaga, meskipun pihak sekolah mengakui bahwa kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan terus menjadi perhatian dan pembinaan oleh para guru.
Namun demikian, perhatian utama masyarakat ternyata bukan hanya pada fasilitas dalam sekolah, tetapi juga pada kondisi lingkungan sekolah yang berisiko tinggi, terutama bagi siswa yang harus menyeberang jalan untuk membeli makanan di luar.
Sekolah yang terletak di tepi jalan lintas Sungai Limau – Lubuk Basung ini dinilai berbahaya karena padatnya arus lalu lintas. Masyarakat mengusulkan agar pihak sekolah dapat menyediakan kantin di dalam lingkungan sekolah, sehingga siswa tidak perlu menyeberang jalan dan menghindari risiko kecelakaan.
“Kami khawatir anak-anak tertabrak kendaraan. Kami berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan bisa lebih memperhatikan hal ini. Jangan tunggu ada korban,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Investigasi.news mencatat bahwa upaya pencegahan sangat penting untuk dilakukan, baik oleh pihak sekolah maupun pemerintah setempat. Pembangunan kantin sekolah dan peningkatan pengawasan siswa saat jam istirahat menjadi langkah konkret yang perlu segera diambil.
Diharapkan, perhatian dari Kepala Sekolah, Komite, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman bisa segera ditindaklanjuti demi keselamatan dan kenyamanan proses belajar siswa di SDN 10 Sungai Limau.
Fachri Koto










