Pariaman Ganti Varietas Padi ke Inpari untuk Tahan Hama dan Tingkatkan Produksi

More articles

Pariaman, investigasi.news – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengambil langkah strategis dalam meningkatkan produksi padi dengan mengganti varietas padi yang ditanam petani ke Inpari. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi serangan hama wereng yang kerap menyerang tanaman padi di daerah tersebut.

“Tanaman padi petani di Pariaman sering diserang hama wereng, sehingga kami menggantinya dengan varietas Inpari. Saat ini, varietas yang banyak ditanam di Pariaman adalah IR 42 dan Cisokan,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, Marlina Sepa, Selasa (28/1).

Menurutnya, uji coba terhadap varietas Inpari yang dilakukan bersama petani setempat menunjukkan hasil yang positif. Inpari dinilai lebih tahan terhadap serangan hama wereng dan berpotensi meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.

Dukungan DPRD dan Target Distribusi Bibit

Pemerintah Kota Pariaman telah menyiapkan distribusi bibit padi Inpari yang diperoleh dari balai benih provinsi setempat. Bibit ini akan mulai dibagikan kepada petani pada April 2025.

“Pengadaan bibit padi ini didanai melalui pokok pikiran anggota DPRD Kota Pariaman, yakni Riza Saputra dan Harmen Agusrianto, dengan total lebih dari 13,8 ton bibit padi senilai sekitar Rp160 juta,” ujar Marlina.

Bibit padi tersebut akan disebar di dua kecamatan utama, yakni Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan, guna memperluas cakupan pertanian padi dengan varietas yang lebih unggul.

Produksi Gabah Pariaman Meningkat

Selain mengganti varietas padi, Pemkot Pariaman terus mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP). Data terbaru menunjukkan produksi GKP di Pariaman pada 2024 mencapai 21.498 ton, meningkat 38 ton dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 21.460 ton.

“Peningkatan produksi ini berkat berbagai upaya, seperti penggunaan pupuk organik, pengendalian hama yang lebih efektif, peningkatan intensitas tanam, serta perbaikan sistem pengairan,” jelas Marlina.

Ia juga mengungkapkan bahwa petani di Pariaman mulai beralih ke pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil panen. Selain itu, pola tanam pun mengalami peningkatan dari dua kali setahun menjadi lima kali dalam dua tahun.

Dengan berbagai inovasi ini, Pemkot Pariaman optimis produksi padi akan terus meningkat dan mendukung program nasional swasembada pangan, sekaligus memperkuat perekonomian petani lokal.

**Afri

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest