Pawai Akbar 1 Muharram 1447 H, Pemkab Pulang Pisau Tunjukkan Komitmen Kebersamaan dan Spirit Hijrah

More articles

Pulang Pisau, Investigasi.news – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persatuan masyarakat. Hal ini terlihat dalam semarak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah yang digelar meriah di Lapangan Handep Hapakat, Jumat (27/6/2025).

Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Pawai Akbar Muharram yang diinisiasi oleh Pemkab Pulang Pisau bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pulang Pisau. Tercatat 48 grup ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari pelajar, santri, tokoh agama, hingga komunitas masyarakat yang tampil kompak dengan atribut Islami penuh semangat.

Pawai ini tidak sekadar menjadi ajang seremoni, melainkan juga menjadi momentum edukatif dan spiritual yang menginspirasi. Semangat hijrah — berubah menuju yang lebih baik — tercermin dari wajah-wajah ceria peserta yang meski di bawah terik mentari tetap penuh antusias.

Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, S.Kom, yang turut hadir dan memberikan sambutan menyampaikan bahwa 1 Muharram adalah titik awal untuk membangun pribadi, masyarakat, dan daerah yang lebih baik.

“Ini bukan hanya perayaan tahun baru, tapi juga momen hijrah — untuk berbenah dan melangkah lebih maju. Mari kita jadikan semangat ini sebagai pondasi untuk Pulang Pisau yang lebih JAYA,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari panitia, sekolah, organisasi keagamaan, hingga seluruh masyarakat Pulang Pisau.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, menjadi penanda harapan baru: bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat Pulang Pisau akan terus menguat dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual dan sosial.

Semangat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah ini menjadi bukti bahwa Pulang Pisau terus melangkah maju sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, persaudaraan, dan keberagaman dalam bingkai falsafah Huma Betang.

Zulmi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest