Tambrauw, investigasi.News — Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw mengusulkan peningkatan status ruas Jalan Pantai Utara (Pantura) Mega–Sausapor–Kwor menjadi jalan nasional. Usulan ini dinilai strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus membuka keterisolasian wilayah pesisir di Kabupaten Tambrauw.
Bupati Tambrauw Yeskiel Yesnath mengatakan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta status jalan yang masih berada di bawah kewenangan provinsi menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan akses transportasi di daerah tersebut.
“Dengan kondisi APBD yang terbatas, sulit bagi daerah untuk menangani ruas jalan ini secara maksimal. Karena itu, kami mengusulkan agar Pantura ditingkatkan menjadi jalan nasional,” ujar Yesnath.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua ruas jalan yang menjadi persoalan utama akses wilayah. Pertama, ruas Pantura Mega–Sausapor–Kwor yang terhubung hingga Warmandi dan Abun, kemudian dilanjutkan dengan jalur penyeberangan menuju Amberbaken. Kedua, ruas jalan Fef–Miyah yang hingga kini masih berstatus jalan provinsi.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak enam distrik di Kabupaten Tambrauw masih tergolong terisolasi dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Yesnath menegaskan, pembangunan infrastruktur di Tambrauw memiliki tantangan tersendiri karena sekitar 80 persen wilayah kabupaten ini merupakan kawasan konservasi dan cagar alam. Oleh sebab itu, setiap pembangunan harus melalui kajian teknis dan lingkungan yang ketat serta melibatkan instansi terkait.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pemda Tambrauw meminta dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat untuk mengambil peran dalam peningkatan status dan penanganan ruas Pantura.
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyusun master plan pembangunan jalan bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Dokumen perencanaan ini akan menjadi dasar pengajuan program pembangunan ke pemerintah provinsi maupun kementerian terkait.
“Master plan ini kami susun di tingkat kabupaten, kemudian diajukan ke provinsi dan kementerian. Target kami, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, akses ke enam distrik yang selama ini terisolasi dapat dibuka secara bertahap,” jelas Yesnath.
Ia berharap, peningkatan status ruas Pantura menjadi jalan nasional dapat mendorong pengembangan sektor perikanan, pariwisata, dan perkebunan kelapa, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Tambrauw.
John






