Malang, investigasi.news — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan layanan kesehatan spesialistik yang berkualitas dan merata. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah penguatan pelayanan jantung di RSUD Kanjuruhan, melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita.
Sebagai bagian dari pengembangan rumah sakit layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), Dinkes Kabupaten Malang mendorong peningkatan kapasitas tenaga medis melalui program proctorship — yaitu pendampingan langsung oleh dokter spesialis jantung nasional.
“Ini bentuk dukungan kami untuk memperkuat layanan spesialistik di daerah, terutama di Malang Selatan, agar masyarakat bisa mendapatkan layanan jantung darurat tanpa harus dirujuk jauh,” ujar Plt Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro, usai meninjau kegiatan proctorship di RSUD Kanjuruhan, Sabtu (29/6).
Proctorship tersebut dilaksanakan pada 28–29 Juni 2025 dan melibatkan delapan pasien dengan kasus jantung koroner. Tindakan medis dilakukan di ruang Catheterization Laboratory (Cathlab) RSUD Kanjuruhan, dipimpin langsung oleh Dr. dr. Dafsah Srifa Juzsr, SpJP(K) dari RSJPD Harapan Kita bersama dr. Arif Budi S., SpJP dari RSUD Kanjuruhan.
Menurut Gunawan, layanan Cathlab merupakan salah satu bentuk lompatan besar pelayanan rumah sakit daerah. Melalui fasilitas ini, pasien dapat menjalani tindakan kateterisasi diagnostik, identifikasi sumbatan pembuluh darah, hingga pemasangan stent (ring) tanpa operasi terbuka.
“Dengan adanya transfer keahlian langsung dari RS Harapan Kita, SDM kami di RSUD Kanjuruhan kini lebih siap menghadapi kasus-kasus kritis. Ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga mempercepat akses dan menekan biaya rujukan,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kanjuruhan, Yudiono, S.Kep., M.Kes, menyebut peningkatan kualitas layanan ini adalah bagian dari arahan langsung Kementerian Kesehatan, yang menetapkan RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit rujukan KJSU di wilayah Kabupaten Malang.
“Kami bersyukur Dinkes terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun penguatan SDM. Dengan begitu, RSUD Kanjuruhan bisa memberikan pelayanan jantung berkualitas kepada masyarakat,” ungkap Yudiono.
Bupati Malang, H. M. Sanusi, turut mengapresiasi program ini sebagai langkah progresif dalam menjawab tantangan penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
“Kami mendukung penuh peningkatan kompetensi tenaga medis dan fasilitas pelayanan. Ini menjadi angin segar bagi warga Kabupaten Malang, khususnya wilayah selatan, yang kini memiliki akses layanan jantung yang lebih dekat dan cepat,” pungkasnya.
Melalui dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, RSUD Kanjuruhan terus bergerak menjadi pusat layanan jantung yang tangguh, responsif, dan berpihak pada keselamatan masyarakat.
Adv / Guh






