Sibolga, Investigasi.news – Dewan Pengurus Cabang Himpunan Masyarakat Nias indonesia (DPC HIMNI) Kota Sibolga, menyampaikan keprihatinan dan permintaan klarifikasi kepada pimpinan TNI AD terkait dinamika jabatan Danrem 023/KS yang sebelumnya telah ditetapkan akan dijabat oleh Kolonel Inf. Seniman Zega untuk menggantikan Danrem Lama Brigjen Jansen Nainggolan.
Penunjukan Kol. Seniman Zega sebagai Danrem 023/KS diketahui melalui Surat Perintah (Sprint) yang dikeluarkan pada 19 Agustus 2025 Bahkan, undangan Serah Terima Jabatan (Sertijab) telah beredar pada 22 September 2025, namun acara tersebut ditunda dengan alasan menunggu pelaksanaan Hari TNI AD.
Namun, masyarakat dikejutkan dengan munculnya dugaan Sprint baru yang mengganti nama pejabat Danrem, tanpa kejelasan Sertijab yang sebelumnya dijadwalkan. Jabatan tersebut kini telah diisi oleh pejabat lain, meski proses resmi serah terima belum dilaksanakan.
Situasi ini menimbulkan kebingungan dan tanda tanya besar, khususnya bagi masyarakat Nias yang merasa bahwa Kol. Seniman Zega, sebagai putera daerah kepulauan Nias, telah sah ditunjuk dan patut diberi kesempatan menjalankan amanah tersebut. Apabila ada pelanggaran maka bisa di Evaluasi kembali, untuk memberikan kesempatan kepada yg lain apabila sudah menjalankan tugasnya dan tidak sesuai SOP di TNI AD.
*Ormas dan Masyarakat Minta Penjelasan Pimpinan TNI AD*
Merujuk pada Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 16 poin C, disebutkan bahwa masyarakat melalui ormas berhak menyampaikan aspirasi dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik.
Dengan dasar tersebut, masyarakat Nias menyampaikan beberapa poin keberatan dan pertanyaan terhadap perubahan mendadak ini:
1. Kebutuhan akan Transparansi
Ketidakjelasan alasan pergantian ini menimbulkan dugaan telah terjadi pembohongan publik yang mencederai martabat masyarakat Nias secara luas.
2. Kepemimpinan Harus Tegas dan Konsisten
Jika keputusan resmi yang sudah ditandatangani bisa dibatalkan tanpa alasan jelas, bagaimana prajurit TNI dapat meneladani ketegasan dan kedisiplinan pemimpinnya?
3. Dugaan Perlakuan Tidak Adil
Tanpa penjelasan terbuka, hal ini bisa memunculkan persepsi diskriminasi terhadap suku tertentu, dan itu sangat berbahaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Risiko Hilangnya Kepercayaan Publik
Ketidakkonsistenan seperti ini bisa merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI AD, termasuk terhadap pimpinan tertingginya.
*Masyarakat Nias Minta Kol. Seniman Zega Tetap ditugaskan*
Untuk itu, masyarakat Nias menyampaikan permintaan dengan hormat agar penetapan Kolonel Inf. Seniman Zega sebagai Danrem 023/KS tetap dijalankan, sebagaimana tertuang dalam Sprint awal yang telah tersebar luas.
Bila memang ada pertimbangan lain di balik perubahan tersebut, masyarakat meminta penjelasan resmi secara terbuka kepada publik, demi menjaga nama baik TNI dan kepercayaan masyarakat.
“Kami bukan ingin mencampuri urusan internal TNI, tapi sebagai bagian dari rakyat Indonesia, kami berhak mendapatkan kejelasan atas keputusan yang sudah menjadi perhatian publik,” ujar Ketua DPC HIMNI Kota Sibolga.
Surat resmi telah disampaikan oleh perwakilan masyarakat kepada pimpinan TNI AD. Kini masyarakat menunggu respons dan klarifikasi sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai keterbukaan, keadilan dan tanggung jawab publik. (wr. warasi)






