Aceh Singkil, Investigasi.News- Hingga akhir Tahun 2025 ini stok bantuan di Posko Induk BPBD Aceh Singkil belum disalurkan 100 persen.
Hal ini dikarenakan logistik bantuan posko induk Lanud TNI AU di Provinsi Aceh, serta berbagai instansi dan donasi swasta yang terus masuk.
Kepala BPBD Aceh Singkil melalui Kasie Kedaruratan dan Logistik Syafrizal mengatakan, total logistik beras yang masuk sebanyak 27,975 Kilogram, Mie Instan 2.028 Kardus, Minyak Goreng 1.220 Liter, Air Mineral 1.036 Dus, Air Botol 602 Dus, Telur 13.950 Butir, Gula 544 Kilogram, Roti 455 Dus, Paket makanan 199 Paket dan makanan siap saji 310 Dus.
”Di Aceh Singkil ada 2 Posko yang dibuka, satu di BPBD dan satu lagi di Kantor Camat Gunung Meriah milik Dinas Sosial, untuk bantuan yang masuk ke BPBD ya yang saya sebutkan diatas,” ucap Syafrizal.
Zal menyebut, BPBD menangani banjir di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Singkil dan Kuala Baru sedangkan Dinsos menangani banjir di Kecamatan Singkil Utara, Gunung Meriah, Simpang Kanan, Suro dan Danau Paris.
Ia juga menambahkan, bahwa ada satu Dinas yakni Dinas Pangan juga menyalurkan bantuan dari Bapanas berbentuk beras tapi disalurkan via kantor kecamatan masing-masing.
”Hari ini ada bantuan dari Posko Induk Provinsi Aceh yang masuk, berupa bantuan beras dan bahan logistik lainnya, namun belum kita salurkan karena belum kita data secara keseluruhan,” ujarnya.
Merespons hingga kapan Posko dibuka, Zal menyebut sesuai SK darurat itu ditutup pada 24 Desember lalu, namun karena masih ada bantuan yang masuk sehingga pihak posko tetap membuka namun pada jam-jam kantor saja.
Dari pantauan wartawan di Posko BPBD, selain bantuan masuk dari Posko Induk Provinsi Aceh, masih ada beras 3.235 Kilogram, Mie Instan 38 Dus, Minyak Goreng 9 Liter, Parsel 185 paket serta belasan karung baju bekas menumpuk yang belum disalurkan.(**)
Rusid Hidayat
Hingga Akhir Tahun 2025 Ini Stok Bantuan Masih Ada Di Posko BPBD Aceh Singkil, Berikut Penjelasan Dinas Terkait






