Ulang Tahun Ke-42, Bupati Situbondo Ajak Warga Tanam Pohon Demi Cegah Banjir

More articles

Situbondo, investigasi.news — Momentum ulang tahun ke-42 dimanfaatkan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, untuk menggaungkan gerakan peduli lingkungan. Alih-alih menerima kado, ia justru mengajak masyarakat menyumbangkan bibit pohon sebagai langkah nyata mitigasi bencana banjir.

Ajakan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Mas Rio usai kegiatan halal bihalal bersama para pengusaha di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (30/3/2026). Ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama lintas sektor.

Menurut Mas Rio, pengalaman berkeliling wilayah selama Ramadan saat terjadi banjir membuka matanya terhadap kondisi hutan di Situbondo yang memprihatinkan. Ia melihat langsung banyak kawasan hutan yang mulai gundul akibat alih fungsi lahan.

“Program utamanya tetap mitigasi bencana. Dari hasil saya berkeliling saat banjir, memang banyak hutan kita yang gundul dan ditanami jagung,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko banjir di wilayah Situbondo. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, khususnya di kawasan hulu.

Mas Rio menjelaskan bahwa posisi geografis Situbondo sebagai daerah hilir membuat wilayah ini sangat rentan terhadap dampak banjir. Terlebih, kawasan hulu yang berada di sekitar Gunung Argopuro memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Variasinya banyak, tetapi yang paling terlihat adalah hulunya yang perlu kita benahi. Ini bukan untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, ia menginisiasi gerakan penanaman pohon yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat umum.

Puncak kegiatan penanaman pohon tersebut direncanakan berlangsung pada 22 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. Lokasi yang dipilih adalah wilayah Jatibanteng yang dinilai membutuhkan rehabilitasi lingkungan.

“Nanti semua komponen akan saya ajak. Perusahaan, pemerintah daerah, hingga masyarakat saya minta menyumbang pohon, lalu kita tanam bersama,” tegasnya.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Sementara itu, dukungan juga datang dari pihak Perhutani. General Manager KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyambut positif inisiatif yang digagas Bupati Situbondo tersebut.

Menurutnya, gerakan penanaman pohon merupakan strategi yang tepat dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana alam seperti banjir.

“Ini strategi yang bagus, apalagi bertepatan dengan ulang tahun Pak Bupati. Nanti akan dilakukan penanaman serentak,” ujarnya.

Munir mengungkapkan bahwa luas kawasan hutan di Situbondo mencapai sekitar 30.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 hektare masuk dalam kawasan pengelolaan khusus atau KHDPK.

Namun, ia mengakui bahwa sebagian kawasan tersebut saat ini telah dikuasai dan dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

“Banyak lokasi sudah ditanami masyarakat, kayunya juga banyak dipotong sehingga memicu banjir,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian hutan.

Ke depan, Perhutani mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian hutan. Ia menegaskan bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Munir juga menekankan pentingnya penanaman kembali kawasan hutan yang telah rusak serta menghentikan praktik penebangan liar tanpa izin.

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Bupati, mari kita lestarikan hutan yang ada dan tidak ada lagi perusakan,” katanya.

Gerakan penanaman pohon yang diinisiasi Mas Rio ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan demi masa depan Situbondo yang lebih aman dari bencana.

(Agus)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest