TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang di bawah kepemimpinan Bupati Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan sektor pendidikan. Pemkab secara resmi menyerahkan hibah lahan seluas 19,171 hektare kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah (BAST) berlangsung di Ballroom Hotel Episode BSD, Tangerang, Kamis (30/7/2026). Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Tulang Bawang bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti.
Lahan yang dihibahkan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang yang berada di belakang Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Tulang Bawang. Di lokasi tersebut akan dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai salah satu program strategis pemerintah di bidang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, M. Ami Iswandi Ismed Balaw, menjelaskan bahwa setelah penandatanganan BAST, seluruh proses penatausahaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, dan pemeliharaan aset tersebut menjadi tanggung jawab Kemendikdasmen.
“Insyaallah SNT akan segera hadir di Tulang Bawang. Saat ini kami tinggal menyelesaikan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) sebagai persyaratan tambahan. Targetnya, pembangunan dimulai pada Oktober 2026 dan selesai pada Juli 2027,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan Bupati Tulang Bawang agar masyarakat memberikan dukungan dan doa sehingga pemerataan akses pendidikan berkualitas dapat segera terwujud.
“SNT merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Untuk Provinsi Lampung, selangkah lagi Sekolah Nasional Terintegrasi pertama akan dibangun di Kabupaten Tulang Bawang,” katanya.
SNT Tulang Bawang dirancang sebagai sekolah unggulan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang. Sekolah ini tidak menerima peserta didik dari luar daerah.
Penerimaan peserta didik direncanakan dimulai pada 2027 dengan membuka jenjang SMP dan SMA. Masing-masing jenjang akan menerima 40 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel). Sementara itu, jenjang SD akan dibuka pada tahap pengembangan berikutnya.
Proses pembelajaran di SNT akan mengusung pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang dipadukan dengan bidang olahraga (Sports). Konsep tersebut didukung sarana dan prasarana bertaraf internasional guna mencetak generasi yang unggul, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.
“Kami mengajak seluruh insan pendidikan di Tulang Bawang untuk mulai memperkuat fondasi pembelajaran STEAM. Mari bersama-sama mempersiapkan putra-putri terbaik daerah agar mampu menjadi bagian dari Sekolah Nasional Terintegrasi Tulang Bawang,” ajak M. Ami Iswandi.
Melalui pembangunan SNT, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berharap lahir generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi sumber daya manusia yang berkontribusi bagi kemajuan daerah di masa depan.
(ADV)




