Terkait Bencana Alam Kabupaten Solok, Wabup H. Candra Bersama Forkopimda Gelar Jumpa Pers

More articles

Solok, Arosuka, Investigasi.News — Pemerintah Kabupaten Solok, dipimpin Wakil Bupati H. Candra bersama unsur Forkopimda, menggelar jumpa pers terkait pembaruan data kebencanaan di Aula Gedung Mall Pelayanan Publik Satu Pintu, Koto Baru, Kecamatan Kubung, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini dihadiri puluhan awak media cetak, elektronik, dan online.

Dalam keterangan persnya, Wakil Bupati H. Candra menjelaskan bahwa sejak bencana alam pada 24 November 2025, Pemkab Solok langsung menggelar rapat bersama Bupati Solok Jon Firman Pandu, unsur Forkopimda, serta instansi terkait. Rapat tersebut menyepakati penetapan status darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari ke depan.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Solok menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur umum serta ribuan rumah warga. Hingga kini, belasan jorong di enam nagari masih terisolasi akibat jembatan dan akses jalan yang terputus.

Wabup Candra menegaskan bahwa Pemkab Solok bersama Forkopimda, OPD terkait, relawan, serta TNI/Polri terus melakukan langkah-langkah penanganan bencana untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat—makanan, minuman, dan sembako—tetap terpenuhi.

Distribusi bantuan dilakukan ke seluruh wilayah terdampak, termasuk enam nagari yang masih terisolasi. Khusus Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan, bantuan diantarkan melalui jalur perairan Danau Singkarak menggunakan speed boat TNI dan perahu masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi ribuan warga terdampak, Pemkab Solok bekerja sama dengan sejumlah Dapur SPPG yang telah beroperasi. “Setidaknya sudah lebih dari 15 ribu porsi makanan yang disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana,” ujar Wabup Candra.

Update Data Kebencanaan Kabupaten Solok

Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang melanda 9 kecamatan dan 16 nagari di Kabupaten Solok. Dampak yang tercatat:

  • 1.195 KK / 5.420 jiwa terdampak
  • 150 KK / 930 jiwa mengungsi
  • 62 unit rumah rusak berat
  • 229 unit rusak sedang
  • 412 unit rusak ringan
  • 184 unit rumah terendam
  • 7 fasilitas pendidikan rusak
  • 1 fasilitas perkantoran rusak
  • 3 kios, 6 irigasi, dan 14 fasilitas ibadah mengalami kerusakan
  • 11 jembatan rusak
  • 161 hektare sawah terdampak
  • 1 meter jalan mengalami kerusakan (data teknis tercatat sebagaimana laporan resmi)

Pemerintah daerah memastikan proses penanganan bencana terus dimaksimalkan hingga seluruh akses dan kebutuhan masyarakat kembali pulih.

(Wahyu)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest