Iklan

Proyek Rp79 Miliar Pelabuhan Babo Mandek, Papan Proyek Berdiri, Pekerjaan Nihil

More articles

Teluk Bintuni, Investigasi.news – Proyek pembangunan sisi laut dan darat Pelabuhan Babo senilai fantastis Rp79,1 miliar hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sejak kontrak diteken pada 12 Maret 2026, yang terlihat di lokasi hanya papan proyek dan pagar seng—tanpa alat berat, tanpa pekerja, tanpa geliat pembangunan.

Proyek di Distrik Babo yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni itu dikerjakan oleh Arafah–Wiratama KSO dengan nilai kontrak Rp79.115.229.767 dan masa pelaksanaan 600 hari kalender. Namun ironisnya, waktu terus berjalan sementara pekerjaan di lapangan justru seperti berhenti sebelum dimulai.

Pantauan Investigasi.News, Minggu (31/5/2026), lokasi proyek tampak sunyi. Tidak ada aktivitas konstruksi sedikit pun. Papan proyek berdiri tegak seolah menjadi pajangan, sementara area pekerjaan hanya dipagari seng kosong. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah proyek raksasa ini benar-benar siap dijalankan saat kontrak ditandatangani?

Informasi yang dihimpun menyebut sejumlah persoalan mendasar diduga belum rampung, mulai dari hibah lahan hingga dokumen lingkungan seperti AMDAL. Jika benar, maka proyek yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi masyarakat pesisir justru tersandera persoalan administrasi yang mestinya dibereskan sejak awal.

Sementara birokrasi berjalan lamban, masyarakat Babo terus menanggung beban nyata. Kapal belum bisa bersandar langsung di dermaga. Penumpang masih dipaksa turun ke perahu kecil dengan ongkos Rp20 ribu sekali jalan atau Rp40 ribu pulang-pergi, sebelum kembali mengeluarkan biaya untuk ojek menuju pusat Distrik Babo.

“Kapal datang kami harus turun ke perahu dulu. Kapan pelabuhan ini bisa dipakai? Kami sudah capek bayar mahal terus,” keluh seorang warga.

Alih-alih menjadi solusi konektivitas, proyek bernilai Rp79 miliar itu kini justru terlihat seperti monumen janji yang belum menyentuh kenyataan. Publik pun layak mempertanyakan: mengapa proyek sebesar ini terkesan jalan di tempat, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas keterlambatan sejak garis start?

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni maupun kontraktor pelaksana Arafah–Wiratama KSO belum memberikan keterangan resmi. Belum ada kepastian kapan pekerjaan fisik benar-benar dimulai.

Jhon

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest