Jember, Investigasi.news – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jember terus memantau perkembangan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya. Hingga kini, tercatat sebanyak 1.031 ekor ternak terinfeksi PMK, dengan 78 di antaranya dilaporkan mati.
Ditempat terpisah, Chandra Ary Fianto, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember saat dikonfirmasi melalui Seluler mengungkapkan bahwa penutupan pasar hewan menjadi salah satu opsi, sebagai langkah untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.
“Kami minta dinas melakukan kajian untuk dilaporkan kepada bupati agar ini masuk dalam situasi yang khusus, yaitu KLB. Mengingat dibeberapa Kabupaten sudah dilaksanakannya KLB” ungkap Chandra.
“Kami sebenarnya juga memikirkan dampak ekonominya. Namun ada hal yang harus kita lakukan agar hewan-hewan ternak yang terpapar itu bisa dilokalisir. Sebab dari informasi yang kami terima dikhawatirkan ternak-ternak dari kabupaten lain yang belum terdetesi PMK akan masuk dan itu malah akan menambah penyebaran penyakit itu,” ujarnya.
Tercatat, dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember hanya dua kecamatan yang dilaporkan tak memiliki kasus PMK, yakni Kaliwates dan Sukorambi. Sementara itu, PMK tertinggi ada di Kecamatan Tempurejo 271 hewan ternak terdampak, Bangsalsari 123 hewan ternak terdampak, dan Ambulu 80 hewan terdampak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Jember, Elok Kristanti mengungkapkan Upaya mencegah penyebaran lebih lanjut, DKPP Jember telah melakukan berbagai tindakan, termasuk penyemprotan disinfektan di pasar hewan dan pengambilan sampel untuk uji laboratorium.
Ketua komisi B DPRD Kabupaten Jember, Chandra Ary Fianto juga meminta agar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menggunakan anggaran Rp 2,4 miliar dalam APBD 2025 untuk membeli vaksin.
Pemenuhan vaksin dengan biaya sendiri mutlak dilakukan, karena Jember hanya kebagian jatah 4.750 dosis vaksin dari Pemprov Jatim, yang sebagian disuntikkan untuk 178 ekor domba dan kambing.
“Hari ini masih belum ada kabar kembali apakah Jember nanti akan mendapatkan vaksin lagi,” ungkap Chandra. Js






