Puruk Cahu, Investigasi.news – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya terpilih, Heriyus M. Yoseph dan Rahmanto Muhidin, menyatakan syukur dan lega setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP) 2024 yang diajukan oleh pasangan rival, Nuryakin dan Doni.
Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua MK RI, Suhartoyo, dalam sidang dismissal yang digelar di Jakarta, Selasa malam. Heriyus dan Rahmanto hadir langsung untuk mendengarkan keputusan penting itu. Dalam sidang tersebut, MK menilai gugatan tidak memenuhi syarat formil karena dianggap tidak jelas, kabur, dan obscuur.
“Dengan keputusan ini, kami sebagai pasangan nomor urut 01 dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Murung Raya 2024. Kami harap semua pihak menerima hasil ini dengan lapang dada demi persatuan dan pembangunan kabupaten tercinta,” ujar Heriyus kepada wartawan.
Pasangan Heriyus dan Rahmanto, yang kini bersiap dilantik untuk masa jabatan 2025-2030, menegaskan pentingnya merangkul semua elemen masyarakat pasca-pemilu. “Kami meminta semua pihak, termasuk yang sebelumnya mendukung pasangan lain, untuk bersatu demi kemajuan Murung Raya,” tambah Heriyus.
Sementara itu, Rahmanto Muhidin menyampaikan apresiasinya kepada pendukung mereka yang telah bekerja keras sepanjang proses Pilkada. “Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami pada 27 November 2024 lalu. Mulai saat ini, kami ingin fokus bekerja untuk membawa Murung Raya menjadi lebih baik,” katanya.
Heriyus dan Rahmanto berjanji akan mengutamakan semangat kolaborasi selama lima tahun ke depan. Mereka berkomitmen untuk membangun Kabupaten Murung Raya secara inklusif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk oposisi, agar hasil pembangunan dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Mulai sekarang, tidak ada lagi perbedaan. Kami ingin semua bersatu untuk memajukan Murung Raya bersama-sama,” ujar Rahmanto dalam pesannya kepada masyarakat.
Putusan MK ini menjadi akhir dari proses sengketa pemilu di Kabupaten Murung Raya dan membuka babak baru untuk pemerintahan yang lebih inklusif dan progresif.
Zulmi








