Kota Solok, Investigasi.news – Petugas ukur bukan sekadar menjalankan tugas teknis—setiap titik koordinat yang mereka tandai adalah wujud nyata dari cinta dan pengabdian kepada negeri. Demikian semangat yang diusung para petugas ukur wanita Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kota Solok, dalam memperingati Hari Kartini tahun ini.
Mereka adalah “Kartini modern” yang berjuang di bidang pertanahan, memastikan setiap jengkal tanah memiliki kejelasan hukum, dan setiap warga mendapatkan hak atas tanah secara sah dan adil.
“Jika Ibu Kartini dahulu memperjuangkan hak untuk bersuara, maka kami para petugas ukur wanita turut berjuang demi keadilan hak atas tanah bagi masyarakat. Kami ingin meraih kepercayaan publik melalui kerja yang tulus dan profesional,” ujar salah seorang petugas ukur wanita dari Kantah Kota Solok.
Dalam semangat peringatan Hari Kartini, para petugas ukur wanita ini tetap melaksanakan tugasnya tanpa mengenal lelah dan waktu. Mereka tak memandang kondisi medan atau lokasi, selama masih bisa dilayani, maka pengukuran akan tetap dilakukan.
“Demi menentukan hak atas tanah, kami para Kartini Kantah Kota Solok selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ungkapnya.
Pengabdian mereka menjadi cerminan bahwa perjuangan Kartini tidak hanya hidup dalam pidato atau perayaan seremonial, tetapi nyata dalam kerja keras dan pelayanan publik sehari-hari. Melalui tugasnya, para “Kartini pengukur tanah” ini memberi makna baru pada emansipasi: bukan hanya soal hak untuk didengar, tetapi juga hak untuk dimiliki secara sah—hak atas tanah yang menjadi bagian penting dari keadilan sosial.
(Wahyu)






