Jakarta, investigasi.news – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali melakukan rotasi penting di tingkat pimpinan. Dalam seremoni Serah Terima Jabatan (Sertijab) Sekretaris Jenderal, Kamis (15/05/2025), Pudji Prasetijanto Hadi resmi menerima tongkat estafet dari pendahulunya, Suyus Windayana, yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Tata Ruang.
Dalam pidato perdananya sebagai Sekjen, Pudji tak menutupi bahwa dirinya tengah memasuki medan baru. Latar belakangnya yang kuat di sektor penegakan hukum kini ditantang untuk menghadirkan birokrasi yang efisien, transparan, dan bersih di tubuh ATR/BPN—lembaga yang selama ini tak lepas dari sorotan publik terkait persoalan tanah dan tata ruang.
“Kementerian ATR/BPN ini adalah ruang yang baru bagi saya. Tapi saya percaya, dengan dukungan dari semua pihak, kita bisa membangun birokrasi yang solid, tanggap, dan akuntabel,” ujar Pudji.
Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program prioritas yang telah diletakkan oleh Suyus Windayana, sembari membawa pendekatan baru berbasis ketegasan dan integritas. Pudji menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah berat yang hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi dan keberanian menghadapi tantangan nyata di lapangan.
“Saya butuh dukungan dari semua pihak, termasuk dari Pak Suyus yang sudah sangat paham seluk-beluk pertanahan. Mari kita jaga institusi ini agar tetap dipercaya publik,” imbuhnya.
Dalam pernyataan perpisahannya, Suyus Windayana menyoroti sejumlah agenda penting yang menanti Sekjen baru. Ia menyebut peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi (RB), penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan percepatan transformasi digital sebagai medan kerja utama yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan strategi matang.
“Saya harap Sekjen yang baru bisa memberikan arah yang lebih kuat dan langkah-langkah berani. Masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu diselesaikan, terutama soal peningkatan pelayanan dan kepercayaan publik,” kata Suyus.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-unit di lingkungan Sekretariat Jenderal, mengingat kompleksitas tugas yang diemban dan harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap reformasi agraria dan tata ruang.
Acara Sertijab yang berlangsung di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Komunikasi Strategis dan Kerja Sama Antarlembaga, Muda Saleh, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator. Di tengah formalitas acara, tersirat pesan kuat: rotasi jabatan ini bukan sekadar seremoni, tapi panggilan untuk menghadirkan perubahan konkret di lapangan.
Kini, semua mata tertuju pada Pudji Prasetijanto Hadi—akankah ia mampu memimpin Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN menjadi mesin birokrasi yang profesional, efektif, dan berani bersih?
Guh








