Sorong, Investigasi.News – Suasana Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya tampak berbeda Rabu pagi (4/6/2025). Menjelang penutupan TMMD ke-124 Kodim 1802/Sorong, anggota Satgas bersama masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan lingkungan, mendirikan tenda, dan memasang umbul-umbul di lokasi upacara.
Kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar persiapan seremonial. Lebih dari itu, menjadi simbol kuat dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh selama satu bulan pelaksanaan program TMMD.
Perwira Pengawas TMMD, Kapten Inf Semba, menegaskan bahwa kerja sama antara TNI dan warga tak hanya terlihat dalam pembangunan fisik, tapi juga dalam aktivitas sederhana seperti kerja bakti.
“Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Bahkan untuk hal kecil seperti bersih-bersih, kami lakukan bersama-sama. Semangat ini yang kami harap tetap hidup meski TMMD selesai,” ujar Kapten Semba.
Ia juga menambahkan, penutupan TMMD bukanlah akhir dari segalanya. Justru, ini menjadi awal baru bagi masyarakat Kampung Yeflio untuk merawat hasil pembangunan dan menjaga kekompakan sosial yang telah terbangun.
“TMMD bukan hanya soal bangunan, tapi soal membangun kebersamaan. Itu warisan paling penting,” tambahnya.
Penutupan TMMD ke-124 di Kampung Yeflio akan menjadi momen penting yang menandai selesainya sejumlah program pembangunan, mulai dari rehab rumah warga, sumur bor air bersih, MCK, hingga penyuluhan sosial. Semua dilakukan bersama, melibatkan elemen masyarakat, aparat pemerintah daerah, hingga tokoh adat dan agama.
Red



















