Banyuasin, Investigasi.News – Menanggapi pemberitaan miring yang sempat beredar di salah satu media nasional, Kepala Desa Upang Ceria, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dua judul berita yang dirilis oleh media Lingkar Istana terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dan penghinaan terhadap profesi jurnalis adalah tidak benar dan menyesatkan.
Kepala Desa Upang Ceria, dalam keterangannya kepada awak media, menyampaikan bahwa pemberitaan tersebut telah mencoreng nama baik dirinya serta merugikan citra Pemerintahan Desa yang ia pimpin.
“Saya ingin meluruskan bahwa informasi yang diberitakan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kolam pemancingan yang disebut-sebut dalam berita itu bukan dibangun dengan dana desa, melainkan hasil kedukan pribadi yang kebetulan berada dekat area pemakaman umum antara Desa Upang Ceria dan Desa Telang Jaya,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kolam tersebut berlokasi di wilayah Desa Telang Jaya, bukan di Desa Upang Ceria sebagaimana dituliskan dalam pemberitaan. Kolam itu, lanjutnya, merupakan hasil swadaya pribadi dan sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat hiburan bagi para penghobi mancing.
Terkait dinamika yang sempat memanas antara dirinya dan awak media yang menerbitkan berita tersebut, ia menyampaikan bahwa pertemuan telah digelar secara damai di rumah salah seorang tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan kesalahpahaman secara kekeluargaan dan tidak membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Meski begitu, kades menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama dalam menjaga akurasi data dan keberimbangan informasi.
“Saya sangat menghargai profesi jurnalis, tapi saya juga berharap ke depan, rekan-rekan media dapat bekerja secara profesional, mengedepankan konfirmasi, dan tidak terburu-buru menayangkan berita tanpa data yang valid,” tambahnya.
M Budy










