Dinkes Kabupaten Malang Gencarkan Edukasi dan PSN 3M Plus Cegah DBD: 979 Kasus Terjadi Januari–Mei 2025

More articles

Malang, investigasi.news — Komitmen Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dalam menjaga kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui langkah-langkah aktif penanggulangan dan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga Mei 2025, Dinkes mencatat sebanyak 979 kasus DBD terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Cuaca lembap serta rendahnya kesadaran akan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi faktor utama penyebaran penyakit ini.

Menyikapi hal tersebut, Dinkes Kabupaten Malang tidak tinggal diam. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk dengan mengaktifkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai strategi pencegahan paling efektif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaksanakan PSN 3M Plus secara rutin dan konsisten,” ujar Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro, pada Minggu (07/07).

Program PSN 3M Plus yang dimaksud meliputi menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas minimal seminggu sekali. Masyarakat juga dianjurkan untuk menghindari gigitan nyamuk dengan berbagai cara, seperti menggunakan lotion antinyamuk, tidur memakai kelambu, mengenakan pakaian lengan panjang, memelihara ikan pemakan jentik, hingga memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang sudah dikuras.

Dinkes Kabupaten Malang juga menggerakkan program unggulan “1 Rumah 1 Jumantik” (G1R1J), di mana setiap rumah tangga diminta memiliki satu anggota keluarga yang bertanggung jawab memantau kebersihan dan keberadaan jentik di lingkungannya masing-masing.

“Kesadaran keluarga sangat penting. Selain PSN, masyarakat juga perlu memilah sampah berdasarkan jenisnya—organik dan anorganik—dan menyimpannya di wadah tertutup agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tambah Gunawan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Ivan Drie, mengingatkan bahwa DBD bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. “Jika terkena DBD, pembuluh darah bisa sangat rentan pecah. Oleh karena itu, pasien harus segera ditangani secara intensif,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menunda pengobatan jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, bercak merah di tubuh, atau mimisan. Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Pasien juga harus tetap terhidrasi dan mendapatkan obat-obatan yang diperlukan agar kondisinya tidak memburuk.

Dengan menggencarkan edukasi dan melibatkan aktif peran masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang optimis kasus DBD dapat ditekan dan dicegah secara berkelanjutan. Pencegahan berbasis keluarga dan lingkungan tetap menjadi garda terdepan untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular seperti DBD.

Adv / Guh 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest