Anggota DPRD Sumbar Sayangkan Proyek Gedung ISI yang Mangkrak: Rektor dan PPK Harus Bertanggung Jawab!

More articles

Padang, Investigasi.news — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Yusuf Abit, yang juga merupakan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, menyayangkan proyek pembangunan gedung kuliah Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang di Korong Tarok, Kayu Tanam, yang terbengkalai.

“Ini sangat kita sayangkan. Anggarannya ada, tapi proyek gedung kuliah ISI itu malah mangkrak. Ini jelas domain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang berkontrak dengan penyedia jasa. Terlihat jelas ketidakprofesionalan dalam pengendalian proyek,” ujarnya melalui sambungan telepon, Minggu (3/8).

Yusuf Abit menegaskan bahwa kasus ini menambah panjang daftar proyek di Sumatera Barat yang bermasalah meski dananya berasal dari APBN/APBD.

“Ini jadi tantangan serius ke depan. Jangan sampai terulang, anggaran tersedia tapi pekerjaan tidak selesai. Ini bisa menimbulkan persoalan hukum. Jangan anggap remeh,” tegasnya.

Ia menuntut transparansi dalam kasus mangkraknya pembangunan kampus ISI Padang Panjang. Menurutnya, publik berhak tahu siapa yang gagal mengawal proyek tersebut.

“Apa penyebabnya? Harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai publik disuruh mengerti begitu saja. Ini menyangkut uang negara yang wajib dipertanggungjawabkan secara tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusuf Abit menegaskan bahwa pihak kampus, terutama rektorat sebagai pengguna anggaran, tidak bisa lepas tangan.

“Kita sangat menyayangkan gedung kampus ISI ini dibiarkan terbengkalai. Pihak rektorat ISI sebagai pengguna anggaran harus bertanggung jawab atas kelangsungan proyek ini. Jangan bersikap seperti tidak ada yang peduli,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan gedung kuliah ISI Padang Panjang di Korong Tarok, Kayu Tanam, berhenti pada progres 13 persen. Penyedia jasa dari PT JU-TZK KSO memilih bungkam dan hingga kini tak bisa dihubungi. Hal yang sama juga terjadi pada pihak pengguna anggaran, yang tak memberikan penjelasan publik atas gagalnya proyek yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui anggaran tahun 2024 sebesar lebih dari Rp38 miliar.

Siapa yang bertanggung jawab atas mangkraknya proyek ini? Hingga kini, pihak ISI Padang Panjang masih bungkam.

Km

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest