50 Kota. Investigasi.news – pada tanggal 15 -16 Agustus 2025. Sebuah kisah mengharukan datang dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen pasca sarjana Universitas Hang Tuah Pekanbaru ( UHTP ) pada pekan lalu, di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen yang diketuai oleh Dr. Herniwanti. SPd.kim.MS. bersama kader/ warga setempat, Putrini.SPd. pada awalnya melakukan pendampingan terkait pemberdayaan kesehatan para lansia serta mengedukasi tentang kesehatan lingkungan para lansia. Namun, di sela-sela kegiatan, Dr. Herniwanti. SPd.kim.MS. tersentuh hatinya ketika melihat kondisi rumah seorang lansia bernama Ibu Enmarias (75), warga lansia yang tinggal berdua dengan suaminya (75) di rumah tak layak huni.

Rumah berdinding papan rapuh dan beratap bocor itu hampir roboh, membuat kedua suami istri lansia itu hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. “Saya terenyuh melihat keadaan beliau. Sebagai pendidik, kami tidak hanya mengajar di kampus, tetapi juga harus peka dengan realitas sosial masyarakat,” ungkap Dr. Herniwanti pada media ini.
Tanpa menunggu lama, ia berinisiatif untuk membantu merehab rumah tersebut agar tidak bocor saja, dengan menggunakan dana sendiri dan dengan bersama sama warga setempat, seperti Zulberi, Anto, Naldi, siil serta lainnya. Dengan gotong royong, warga desa akhirnya rumah Ibu Enmarias lansia tersebut direhabilitasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Wali Nagari setempat, melalui bendahara Nagari Martaliza. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian tersebut. “Kami sangat bersyukur ada dosen yang tidak hanya datang memberi ilmu, tapi juga memberi teladan nyata dengan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Terlihat, Ibu Enmarias lansia sendiri tampak terharu dan berkali-kali mengucapkan syukur. “Saya tidak tahu harus bilang apa, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kondisi atap rumah lansia yang sudah diperbaiki
Kisah ini menjadi bukti bahwa kegiatan pengabdian masyarakat bukan hanya sekadar program akademik, melainkan wujud nyata kepedulian dan cinta kasih terhadap sesama. Yuridis















