Makassar, Investigasi.news – Suasana Car Free Day (CFD) Boulevard Panakkukang, Makassar, yang biasanya dipadati warga setiap Minggu, mendadak ricuh pada Minggu (24/8/2025). Sejumlah pedagang mengamuk lantaran merasa diperlakukan tidak adil setelah dikeluarkan dari grup pedagang CFD.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, beberapa pedagang melontarkan protes keras. Mereka menuding adanya perlakuan pilih kasih dalam pengelolaan CFD.
“Kenapa sedikit-sedikit diancam dikeluarkan? Yang boleh berjualan justru orang-orang berpangkat, seperti anggota DPR. Jangan ada pilih kasih, keluarkan semua kalau memang aturan begitu. Waktu zaman Wali Kota Danny Pomanto tidak seperti ini. Kalau dulu, meski tidak berjualan tiga bulan, tidak langsung dikeluarkan,” ungkap salah seorang pedagang dalam video.
Menanggapi kericuhan ini, Camat Panakkukang, Muh. Ari Fadli, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pedagang yang memicu kericuhan merupakan oknum yang kerap memprovokasi pedagang lain.
“Betul, tadi pagi ada insiden di CFD. Beberapa pedagang yang sebelumnya dikeluarkan datang marah-marah. Namun, mereka ini memang oknum yang sering memprovokasi pedagang lain,” jelasnya.
Ari Fadli juga mengungkapkan, kericuhan berawal dari penutupan sementara CFD pada 17 Agustus 2025 lalu. Penutupan dilakukan karena seluruh aparat Dishub, Satpol PP, dan pihak kecamatan ikut dalam upacara peringatan HUT RI, sehingga tidak ada yang bisa mengamankan lokasi.
“Bukan hanya di Boulevard, semua CFD di Makassar saat itu ditutup. Namun, sudah berkali-kali kami sampaikan di grup pedagang, beberapa pihak tetap tidak mau mengerti dan justru memprovokasi yang lain,” tegasnya.
Ia menampik tudingan bahwa hanya orang berpangkat yang bisa berjualan di CFD.
“Itu tidak benar. Dari data kami, mayoritas pedagang CFD justru sehari-harinya bergantung pada jualan di pasar dan online. Jadi tudingan itu tidak berdasar,” katanya.
Pihak kecamatan, menurutnya, sudah memberikan toleransi luas bagi pelaku UMKM untuk berjualan tanpa pungutan biaya. Namun, oknum pedagang yang terus melanggar aturan dan memicu kericuhan akhirnya diputuskan tidak akan diizinkan lagi berjualan di area CFD.
“Kami sudah cukup bijak. Semua pedagang diberi ruang tanpa pungutan. Tapi kalau masih saja berulah dan tidak menghormati forum pedagang CFD, maka kami tegas tidak akan masukkan lagi,” tutup Ari Fadli.
Temi
















