Pariaman, investigasi.news– Kodim 0308/Pariaman bersama unsur Forkopimda dan masyarakat menggelar latihan penanggulangan bencana alam gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter yang dipusatkan di Lapangan Pantai Talao, Kota Pariaman, Senin (15/9/2025).
Latihan gabungan ini melibatkan personel TNI, Polres Pariaman, BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta masyarakat pesisir. Skenario latihan mensimulasikan terjadinya gempa bumi dahsyat yang memicu potensi tsunami dengan waktu tiba kurang lebih 26 menit setelah guncangan terjadi.
Komandan Kodim 0308/Pariaman, Letkol Czi Nur Rahmat Khaeroni, S. Hub, Int., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya peningkatan koordinasi, komunikasi, dan evakuasi lintas sektor guna menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, pengetahuan, dan kemampuan personel serta masyarakat dalam penanggulangan bencana. Sumatera Barat adalah wilayah rawan bencana, sehingga kesiapan dan sinergi lintas instansi sangat penting untuk meminimalisir risiko,” tegas Dandim.
Ia menambahkan, hampir semua jenis bencana pernah terjadi di Sumatera Barat, mulai dari skala kecil hingga besar. Oleh karena itu, simulasi seperti ini penting dilakukan agar seluruh unsur dapat bergerak cepat sesuai SOP tanpa adanya kesenjangan di lapangan.
Dalam latihan tersebut, personel mendirikan posko darurat, melakukan evakuasi korban, hingga penanganan pengungsi. Data simulasi BNPB mencatat, dalam skenario bencana tersebut terdapat 30 orang korban meninggal dunia, 60 orang mengalami trauma dan membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar, serta sekitar 30 persen pengungsi menderita penyakit seperti muntaber, diare, demam tinggi, hingga kekurangan gizi.
Latihan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, memperkuat sinergi antarinstansi, dan membangun ketahanan wilayah berbasis kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Andra Sikumbang










