Warga Korban Pemalsuan Data Bantuan Etalase Bakal Gugat YPPH ke Polisi

More articles

Sorong, Investigasi.News — Skandal dugaan pemalsuan data penerima bantuan etalase fiktif tahun 2022 dari Pemerintah Provinsi Papua Barat menyeruak di Sorong. Warga Kelurahan Makbusun, Distrik Mayamuk, yang merasa jadi korban, menuding praktik culas itu sebagai bentuk penipuan yang merampas hak masyarakat kecil.

Maria Magdena Sentuf, salah seorang korban, dengan lantang mengecam aksi kotor tersebut. Ia menegaskan akan menyeret Yayasan Pergerakan Pasukan Hijau (YPPH) Kota Sorong ke ranah hukum.

“Ini pemalsuan yang keji! Nama dan tanda tangan saya dipalsukan tanpa izin, sementara saya tidak pernah menerima bantuan apa pun. Saya pastikan kasus ini saya laporkan ke polisi,” tegas Maria dengan nada marah, Selasa (24/9/2025).

Maria menilai, kasus ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Ia menuntut aparat penegak hukum segera membongkar dalang di balik dugaan pemalsuan data tersebut.

“Harus dibuka terang benderang! Jangan ada yang dilindungi. Kami mau tahu siapa otak sebenarnya di balik permainan busuk ini!” serunya.

Informasi yang terhimpun mengungkap, puluhan nama warga asli Papua (OAP) diduga kuat dipalsukan identitasnya untuk mencairkan dana hibah berkedok bantuan etalase. Sejumlah korban bahkan telah dipanggil dan diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Sorong di kantor Kelurahan Makbusun.

Kasus ini masih berada di tahap penyelidikan, namun desakan publik semakin menguat agar aparat menuntaskan perkara yang beraroma korupsi ini. Hingga berita ini diterbitkan, Ketua YPPH Kota Sorong belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi atas tuduhan serius yang menjerat lembaganya.

John

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest