Iklan muba

STAI Babussalam Sula Berduka

More articles

Malut,Investigasi.News-, Kabupaten Kepulauan Sula kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kabar wafatnya Almarhum Hi. Fatahudin Robo meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula Maluku Utara.

Bagi STAI Babussalam, almarhum bukan sekadar tokoh senior, melainkan salah satu pendiri dan peletak dasar lahirnya lembaga pendidikan Islam yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Sula. Sejak awal berdirinya madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah hingga terbentuknya STAI Babussalam, jejak pengabdian Hi. Fatahudin Robo hadir di setiap langkah perjuangan itu. Ia adalah sosok yang bekerja dalam senyap, namun meninggalkan gema yang panjang dalam sejarah pendidikan Islam di negeri ini.

Almarhum dikenal sebagai pendidik yang tulus dan visioner. Dalam banyak kesempatan, beliau sering mengingatkan bahwa pendidikan Islam harus menjadi benteng moral dan cahaya peradaban di tengah arus perubahan zaman. Prinsip hidupnya sederhana: mengajar bukan untuk mencari kemuliaan dunia, tetapi untuk menunaikan amanah Allah dalam mencerdaskan umat.

Bagi para dosen, mahasiswa, dan alumni STAI Babussalam, Hi. Fatahudin Robo bukan sekadar pendiri, tetapi murabbi—pembimbing jiwa dan penuntun nilai. Keteladanan beliau dalam kesederhanaan, keikhlasan, dan keteguhan prinsip menjadi warisan tak ternilai bagi lembaga ini.

Kini, ketika beliau telah berpulang ke rahmatullah, STAI Babussalam Sula berduka namun juga bersyukur—karena pernah memiliki sosok pendiri yang begitu kuat dedikasinya terhadap ilmu dan dakwah. Doa kami panjatkan semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya, menerima seluruh amal baktinya, dan melapangkan jalan menuju surga-Nya.

Bagi kami yang masih hidup, kepergian Almarhum Hi. Fatahudin Robo adalah pengingat sekaligus wasiat moral: bahwa membangun pendidikan Islam bukan pekerjaan sesaat, melainkan perjuangan sepanjang hayat. Kami berkomitmen untuk melanjutkan cita-cita beliau—menjadikan STAI Babussalam Sula sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berakar kuat pada nilai-nilai keilmuan dan keikhlasan yang beliau tanamkan.

Selamat jalan, Guru, Pendiri, dan Pejuang Pendidikan Islam Sula.
Nama dan perjuanganmu akan terus hidup dalam setiap doa, dalam setiap ruang kelas, dan dalam semangat generasi penerus yang kau tinggalkan.

Oleh: Mohtar Umasugi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest