Wamen PUPR Tinjau Langsung Ruas Sorong–Makbon, Pastikan Konektivitas Papua Barat Daya Tetap Terjaga

More articles

Sorong, Investigasi.news — Di tengah cuaca lembap khas pesisir utara Papua Barat Daya, Jumat (7/11/2025), Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) Ir. Diana Kusumastuti, M.T., menapaki tanah berlumpur di titik longsoran Ruas Jalan Sorong–Makbon. Dengan helm keselamatan di kepala dan sepatu proyek yang menjejak tanah basah, Wamen turun langsung meninjau progres penanganan jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung kawasan pesisir Sorong dengan wilayah hinterland.

Terlihat Wamen Diana pada kunjungan tersebut, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribkha Haluk, serta jajaran teknis dari Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Proyek penanganan longsoran di ruas Sorong–Makbon saat ini tengah dikerjakan oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Sorong, di bawah koordinasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat Daya. Pekerjaan difokuskan pada perkuatan tebing, rehabilitasi badan jalan, serta pembangunan sistem drainase pengaman untuk mencegah longsoran susulan yang sering terjadi saat musim hujan. Berdasarkan laporan lapangan, progres pengerjaan telah mencapai tahap penyelesaian struktur utama dan ditargetkan rampung sesuai jadwal.

Ruas Sorong–Makbon memiliki peran vital sebagai jalur distribusi logistik, mobilitas warga, dan konektivitas antarwilayah di Papua Barat Daya. Jalan ini menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, pelabuhan, dan kawasan pertanian rakyat. Bila terganggu oleh longsor, maka dampaknya langsung terasa terhadap pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, Kementerian PUPR menempatkan proyek ini sebagai salah satu prioritas nasional dalam program penanganan infrastruktur dasar di kawasan timur Indonesia.

Dalam kunjungannya, Wamen PUPR tak hanya meninjau pekerjaan fisik, tetapi juga menekankan pentingnya pengawasan mutu dan keselamatan kerja. Ia berpesan agar seluruh pelaksana di lapangan menjaga kualitas konstruksi sesuai standar nasional dan memastikan aspek lingkungan diperhatikan.

Sementara itu, Wamendagri Ribkha Haluk mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian PUPR dan pemerintah daerah yang mampu menggerakkan pembangunan secara terintegrasi.

Kunjungan dua wakil menteri ini juga menjadi momentum bagi masyarakat lokal. Warga di sekitar lokasi proyek menyambut dengan antusias. Mereka berharap pembangunan jalan ini segera tuntas agar aktivitas perdagangan, pariwisata, dan transportasi hasil bumi dapat kembali berjalan lancar. “Kalau jalan bagus, hasil kebun kami bisa cepat sampai ke pasar. Kami senang pemerintah datang langsung melihat kondisi kami,” ungkap salah seorang warga Makbon.

Selain meninjau proyek utama, Wamen PUPR juga memantau beberapa titik rawan lainnya yang menjadi prioritas penanganan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Kementerian PUPR akan terus hadir untuk memastikan seluruh infrastruktur dasar di Papua Barat Daya — mulai dari jalan, jembatan, hingga perumahan rakyat — terbangun secara merata dan berkesinambungan.

Dengan semangat “membangun dari pinggiran”, kunjungan kerja Wamen PUPR dan Wamendagri ini menjadi simbol kuat kehadiran negara dalam memperkuat fondasi pembangunan di Papua Barat Daya. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan satu pun wilayah di belakang. Dari Sorong dan sekitarnya, dari pesisir hingga pegunungan, pembangunan terus bergerak membawa harapan baru bagi masyarakat timur Indonesia.

John

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest