Pastikan Proyek Berjalan Lancar, Bupati FAM Tinjau Pembangunan RSUD-Sanana Kepulauan Sula

More articles

Malut, Investigasi.News-, Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) didampingi kepala dinas kesehatan Suryati Abdullah dan Direktur RSUD Sanana-Kepulauan Sula Aulia Ngofangare serta sejumlah pimpinan OPD Teknis mengunjungi serta meninjau pembangunan RSUD-Sanana Kepulauan Sula di Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula-Maluku Utara. Untuk di ketahui bahwa
Pembangunan gedung baru Rumah Sakit ini ditandai dengan ground breaking pada 17 Juli 2025, yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Proyek ini merupakan peningkatan kualitas RSUD Tipe C yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp179 miliar dan dikerjakan dengan metode design and build (rancang bangun terintegrasi). Pembangunan ditargetkan selesai dalam satu tahun dengan kontraktor pelaksana PT. Hutama Karya.

Bupati Fifian Adeningsi Mus (FAM) Melalui Kadis komunikasi dan Informatika menyampaikan bahwa ini adalah salah satu program strategis Nasional yang harus dikawal pembangunannya, sehingga progres pekerjaannya harus di pantau setiap saat (Sabtu, 08/11/2025)

Pesan dari Pak Menteri Kesehatan RI dalam kunjungannya bahwa pembangunan RSUD-Sanana Kepulauan Sula merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang menjadi amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membangun 66 rumah sakit tipe C di wilayah tertinggal, terpencil, dan perbatasan (3T).

Amanah Bapak Presiden Republik Indonesia menugaskan pada kita semua untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan terjangkau. Rumah sakit ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi harus mampu menangani lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, serta kematian ibu dan anak.

Pembangunan RSUD-Sanana Kepulauan Sula akan dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi medis modern, seperti CT scan, cath lab, mamografi, alat kemoterapi, mesin cuci darah (hemodialisis), serta peralatan lengkap untuk pelayanan ibu dan anak. Namun demikian, Pak Menkes menekankan bahwa teknologi canggih tidak akan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang mumpuni.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest