Warga Alas Tengah Patungan Perbaiki Jalan Dusun, Sempat Viral di TikTok, Kades: “Informasinya Tidak Benar”

More articles

Situbondo, investigasi.news — Warga Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, bergotong-royong memperbaiki jalan dusun mereka secara swadaya dengan sistem urunan atau patungan. Aksi spontan masyarakat ini sempat viral di media sosial, khususnya TikTok, setelah beberapa warga mengunggah video kondisi jalan rusak yang bertahun-tahun disebut tidak tersentuh perbaikan.

Dalam video yang tersebar, warga tampak membawa peralatan seadanya untuk menimbun jalan berlubang menggunakan material yang mereka beli dari hasil patungan. Unggahan tersebut memicu berbagai komentar publik yang mempertanyakan penggunaan Dana Desa dan alasan jalan dusun itu tidak masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).

Sejumlah warga menyampaikan bahwa mereka terpaksa memperbaiki jalan atas inisiatif sendiri karena merasa belum ada perhatian dari pemerintah desa. Menurut mereka, jalan tersebut merupakan akses penting yang setiap hari dilalui pelajar, petani, dan masyarakat umum.

Namun, usai isu tersebut ramai diperbincangkan, Kepala Desa Alas Tengah, Sukri, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di TikTok tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, pemerintah desa justru ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Berita yang beredar itu tidak benar. Pemerintah desa bahkan menyumbang satu truk pasir dan kami hadir langsung ketika warga melakukan kegiatan gotong-royong itu,” kata Sukri saat dikonfirmasi, Selasa.

Sukri menjelaskan bahwa kegiatan perbaikan jalan tersebut merupakan inisiatif masyarakat yang ingin mempercepat penanganan akses jalan sambil menunggu proses perencanaan pembangunan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam dan selalu berupaya memberi dukungan sesuai kemampuan anggaran.

Terkait pertanyaan warga mengenai mengapa jalan itu tidak masuk dalam RAPBDes tahun berjalan, Sukri menyampaikan bahwa penyusunan anggaran desa harus melalui mekanisme musyawarah dan mempertimbangkan skala prioritas. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan perbaikan lanjutan akan masuk dalam perencanaan berikutnya.

“Semua usulan warga tetap kami tampung. Tidak mungkin semua bisa dikerjakan dalam satu tahun anggaran, tapi kami pastikan tetap ada penanganan bertahap,” jelasnya.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi. Sukri berharap warga tetap menjaga komunikasi dan mengedepankan musyawarah jika ada masalah terkait pembangunan di wilayahnya.

Di sisi lain, beberapa tokoh masyarakat mengapresiasi sikap gotong royong warga, namun juga berharap pemerintah desa dapat memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur desa mengingat jalan merupakan fasilitas vital untuk aktivitas ekonomi maupun pendidikan.

Meski sempat viral, kegiatan gotong-royong tersebut kini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara warga dan pemerintah desa dalam memperbaiki infrastruktur lokal. Banyak pihak berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya transparansi informasi dan komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat.

(Ags)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest