Biak, investigasi.news — Dugaan praktik togel yang diduga beroperasi bebas di belakang Polsek Biak Kota menimbulkan kemarahan publik. Aktivitas ilegal yang berlangsung terang-terangan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah aparat benar-benar buta terhadap operasi perjudian, atau sengaja menutup mata?
Pantauan awak media di lokasi memperlihatkan transaksi jual-beli nomor togel berlangsung tanpa rasa takut atau gangguan. Dugaan ini mencakup enam putaran harian, yakni Hosaki, Comboja, Sidney, Singapura, Brasil, dan Hongkong, yang menunjukkan sistem operasi besar dan terstruktur.
Sumber terpercaya menyebut nama Winsen sebagai diduga otak jaringan togel ini. Hingga kini, aparat kepolisian belum memberikan klarifikasi resmi, meski informasi ini telah beredar luas di kalangan masyarakat.
Warga setempat menilai, ketidakseriusan aparat dalam menindak pelaku perjudian ilegal akan semakin memperkuat dugaan pembiaran terstruktur, sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. “Kalau tidak ada tindakan cepat, masyarakat akan menilai polisi ikut bermain atau sengaja membiarkan,” ujar seorang warga yang enggan disebut nama.
Dengan situasi ini, publik menuntut penyelidikan tuntas dan tindakan tegas terhadap praktik ilegal yang diduga berada di belakang Polsek Biak Kota. Tanpa langkah konkret, citra kepolisian di Biak diprediksi akan semakin tercoreng.
Jhonsa












