Malut, Investigasi.News-, Hujan deras yang melanda Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah Kepulauan Sula kembali memutus akses warga, jembatan darurat yang baru-baru ini dibangun di Desa Bega kembali ambruk.
Kepala Desa Bega Kecamatan Sulabesi Tengah, Darwin Fatmona, membenarkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 9.00 wit tadi pagi, Senin, (24/11/2025).
“Iya benar jembatan darurat yang di bangun beberapa waktu lalu kembali ambruk”, ujar Kades Darwin.
Dirinya menambahkan, Saat ini antrian panjang mobil juga terjadi di jalan utama Desa Bega, akibat jembatan darurat yang ambruk.
“Antrian panjang saat ini terjadi di Desa Bega. Mobil dari jalur kota mau melintasi jalur Sula Timur dan Sula selatan tidak bisa lewat begitupun sebaliknya”, ungkapnya.
Hal inipun mulai dikeluhkan oleh masyarakat yang melintas di jalur tersebut, Sulis warga yang melintasi jalan raya Desa Bega. Ia menyampaikan saat melintasi ke ibu kota mereka harus membayar ongkos tambahan akibat jembatan ini terputus.
“Kita harus salin lagi (salin/berganti-red) mobil dari kota ke Desa kami. Tentu kami harus membayar ongkos tambahan”, keluhnya.
Sulis berharap agar hal ini secepatnya dapat di tangani oleh instansi terkait.
“Tentu kami masyarakat berharap agar kondisi ini kembali pulih, dan Kepada instansi terkait baik BPBD maupun balai bisa secepatnya menghadirkan jembatan permanen seperti yang sudah dijanjikan”, tandasnya.
Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, awak media kami masih menunggu konfirmasi dari Kalak BPBD Pemda Kab. Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi.
















