Muara Enim, Investigasi.News – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muara Enim menggelar press release akhir tahun 2025 di Aula Kantor BNN Muara Enim, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini mewakili Kepala BNNK Muara Enim, AKBP Erlangga, S.E., M.H., dan disampaikan langsung oleh Arni Zulifah Martrianingsih, S.E., selaku Kasubbag Umum BNNK Muara Enim.
Dalam paparannya, Arni menjelaskan bahwa BNN merupakan leading institution dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika (P4GN). Upaya tersebut dilaksanakan melalui semangat “War on Drugs for Humanity”, dengan melibatkan seluruh elemen bangsa guna mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Pelaksanaan tugas BNN berlandaskan Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, yang mengamanatkan sinergi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, serta peran aktif masyarakat.
Anggaran dan Personel
Pada Tahun Anggaran 2025, BNNK Muara Enim mengelola anggaran sebesar Rp2.941.282.000, dengan realisasi Rp2.715.319.679 atau 98,08 persen hingga 22 Desember 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 29 personel, terdiri dari 3 anggota Polri, 16 PNS, dan 10 PPNPN.
Peningkatan Layanan dan Infrastruktur
Dalam mendukung pelayanan rehabilitasi, BNNK Muara Enim bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan stakeholder terkait telah mendirikan dan mengoperasikan Klinik Pratama Ika Mandiri sepanjang tahun 2025. Klinik ini menjadi pusat layanan rehabilitasi narkoba bagi masyarakat Muara Enim.
Subbag Umum juga melaksanakan pembinaan administrasi, pengelolaan keuangan, pengembangan SDM, sarana prasarana, kehumasan, keprotokolan, serta Forum Komunikasi P4GN.
Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat
Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan berbagai program strategis, di antaranya:
- Penguatan Basis Keluarga dan Desa, melalui rapat koordinasi pendidikan anti narkoba dan intervensi berbasis sumber daya desa di Desa Muara Gula Baru.
- Sinergi Kebijakan dan Kelembagaan, melalui rapat koordinasi Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) bersama OPD terkait.
- Peningkatan Kapasitas SDM, dengan pelatihan penggiat P4GN, workshop tematik, asistensi relawan, serta pencetakan pendidik sebaya di lingkungan pelajar.
- Edukasi dan Deteksi Dini, melalui talkshow edukatif, tes urine massal di 10 titik strategis yang menjangkau 250 orang, serta sosialisasi akbar di 22 kecamatan yang menyentuh 2.560 warga di 256 desa.
Pemberantasan dan Rehabilitasi
Pada tahun 2025, Seksi Pemberantasan BNNK Muara Enim menargetkan 5 orang TAT, dengan realisasi 4 orang, yang terdiri dari:
- 1 orang direkomendasikan rawat jalan,
- 2 orang rawat inap,
- 1 orang berkas perkaranya dilanjutkan ke proses hukum.
Sementara itu, Klinik Pratama Ika Mandiri telah melayani 34 klien rehabilitasi rawat jalan, melebihi target awal sebanyak 15 orang. Mayoritas klien merupakan pekerja wiraswasta berusia antara 22 hingga 50 tahun.
“Seluruh layanan rehabilitasi di BNNK Muara Enim tidak dipungut biaya, selama persyaratan administrasi terpenuhi. Kami mengajak masyarakat yang memiliki anggota keluarga penyalahguna narkotika untuk datang dan mendapatkan layanan pemulihan,” ujar Arni.
Dengan capaian tersebut, BNNK Muara Enim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam memerangi narkoba demi terciptanya masyarakat Muara Enim yang sehat dan bersih dari narkoba.
(Vivin)








