Situbondo, Investigasi.News- Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim dalam menekan angka anak putus sekolah (APS) dan rentan putus sekolah (RPS) terus direalisasikan. Perhatian itu dibuktikan dengan peluncuran Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik Pra Sejahtera bagi siswa SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Hari ini, 24 Desember 2025, bertempat di aula SMAN 2 Situbondo, sebanyak 559 siswa SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Situbondo menerima manfaat dari program tersebut.
Kegiatan tersebut turut di hadiri oleh Bank Jatim Cabang Situbondo, Pengawas cabang dinas pendidikan wilayah Bondowoso-Situbondo serta anggota komisi IV DPRD Provinsi Jatim, Hj. Zainiye.
Didalam proses penyerahan bantuan tersebut, Hj. Zainiye mengatakan bahwa program bantuan biaya pendidikan peserta didik pra Sejahtera ini mampu menekan angka putus sekolah, mencegah pernikahan usia anak, serta memastikan pemenuhan pendidikan wajib 12 tahun secara lebih merata hingga ke wilayah terpencil.
“Bantuan dari Pemprov Jatim ini tolong digunakan sebaik-baiknya karena uang ini uang amanah supaya anak-anak tidak putus sekolah” ujarnya.
Ia berharap program ini benar-benar meringankan beban keluarga prasejahtera khususnya di desil 1 dan 2 sehingga anak-anak dapat fokus belajar.
“Saya mengajak seluruh elemen untuk bersinergi, sehingga program ini dapat berjalan tepat sasaran, transparan dan akuntabel” imbuhnya.
Ia berharap pada tahun 2045 bisa mewujudkan Indonesia emas, dimana pemuda-pemuda Kabupaten Situbondo yang memegang peran penting di pemerintahan sebagai pengambil kebijakan.










