Pidie Jaya, Investigasi.news – Di tengah suasana duka mendalam dan penderitaan warga akibat banjir, aksi kriminal justru terjadi dengan cara yang mencederai rasa kemanusiaan. Kediaman pimpinan dayah di Pidie Jaya dilaporkan menjadi sasaran pencurian, bahkan dilakukan berulang kali.
Ironisnya, peristiwa ini terjadi saat keluarga besar dayah masih berduka atas wafatnya pimpinan mereka, Almarhum Abi Rusydi, serta tengah berjuang memulihkan diri pasca musibah banjir yang melanda wilayah tersebut. Namun, di saat kondisi serba sulit itu, masih ada oknum yang memilih jalan kejahatan demi memenuhi kebutuhan pribadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Investigasi.news dari Mursalin, pengurus Dayah Irsyadul Ulum Al-Azziziah, rumah istri Almarhum Abi Rusydi yang terletak di Desa Dayah Kruet, Meurah Dua, telah dua kali disatroni maling. Pelaku diduga masuk dengan cara merusak pintu dan jendela, lalu mengacak-acak seluruh isi kamar.
Lebih lanjut, Mursalin mengungkapkan bahwa kejadian tersebut menimbulkan ketakutan mendalam bagi keluarga yang tinggal di rumah itu. Selain kehilangan barang, rasa aman pun kini sirna.
“Pasca banjir, rumah pimpinan dayah yang saat ini ditempati istri dan anak almarhum dimasuki maling, Pak. Mereka merusak pintu dan jendela lalu mengambil sejumlah barang. Kami sangat takut dan tidak nyaman lagi tinggal di rumah. Kami khawatir, bukan hanya barang yang diambil, tapi bisa saja nyawa kami terancam. Tolong bantu kami, Pak,” ujarnya dengan nada gusar dan penuh ketakutan.
Sebagai pengurus dayah sekaligus menantu Almarhum Abi Rusydi, Mursalin berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas. Ia menilai, jika tidak segera ditangani, kejadian serupa bisa menimpa warga lain yang saat ini juga tengah berada dalam kondisi sulit.
“Harapan kami, pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku agar tidak ada korban berikutnya. Apalagi saat ini masyarakat sedang kesusahan dan berduka akibat musibah banjir,” pungkasnya.
(Herry)








