Malut, Investigasi.News-, Figur Muhlis Soamole Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sula sontak menjadi perbincangan setelah Muhlis menyatakan diri siap bertarung (maju) dan merebut jabatan Ketua Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) pada kongres Ke-IV yang rencananya di gelar pada 11-12 Januari 2025 di Ternate.
Muhlis secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua organisasi tersebut.
Di Warung Kopi Air Sontong Desa Fatce-Sanana, dirinya menegaskan bahwa seluruh persyaratan pencalonan telah dipenuhi.
“Secara persyaratan dan ketentuan organisasi, saya siap, status saya sebagai tokoh orang Sula sudah jelas dan tidak ada persoalan”, ujar Muhlis (2/1).
Tak hanya itu, Muhlis Juga mengaku telah siap memimpin organisasi tersebut, berdasarkan pengalamannya menahkodai birokrasi Pemda Sula, bahkan secara gamblang Muhlis mengakui telah mengantongi dukungan dari mayoritas cabang HPMS, yang dinilainya sebagai modal penting untuk meregistrasikan namanya dalam bursa Ketua Umum PP-HPMS.
Sebagai tawaran, Muhlis menegaskan akan membawa HPMS ke arah yang lebih progresif dan inklusif, menurutnya, HPMS ke depan juga harus tampil sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang solid, responsif terhadap isu-isu daerah demi kemajuan kedepan serta mampu menjadi ruang pengkaderan yang melahirkan pemimpin muda berkualitas.
“HPMS harus dikelola secara baik, profesional, dan berdampak nyata bagi anggota maupun masyarakat, itu yang menjadi komitmen saya jika diberi amanah”, pungkasnya.
Kongres HPMS sendiri diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi organisasi, sekaligus penentuan arah kepemimpinan baru dalam menghadapi tantangan kepemudaan dan kemahasiswaan, serta tantangan zaman, agar HPMS ke depan bisa lebih baik lagi,
“Agar arah perjuangan menuju kebahagian itu terwujud secara nyata”, tutup Muhlis Soamole Kandidat Ketua Umum PP-HPMS.
Sementara itu dapat dikabarkan, sejak menyatakan diri maju dan bertarung untuk menjadi orang nomor satu di HPMS, nama Muhlis Soamole terus menjadi perbincangan publik ’pia sua’ (orang Sula), baik secara nyata maupun secara online di group medsos sosial (medsos).








