Malut, Investigasi.News-, Kongres ke-4 lahir karena Semangat Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar yang saat ini lebih pragmatis dan fokus kepada peningkatan kompetensi, keterampilan praktis dan kesiapan memasuki dunia kerja. Sehingga perlu ada dorongan dari para Sesepuh atau Senior agar api perjuangan HPMS tetap menyala alias tidak mati suri dan redup.
Hal demikian diungkapkan Armin Masuku kepada awak media investigasi, Rabu 7 Januari 2025.
“Era 1970-an Gerakan Mahasiswa didominasi oleh kepedulian terhadap isu-isu politik, keadilan sosial dan penegakkan demokrasi”, ujar pria yang akrab disapa Bang Min (7/1).
Mereka bertindak sebagai kekuatan penyeimbang terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap otoriter atau merugikan rakyat, tambahnya lagi.
“Namun Era Sekarang paska Reformasi hingga era digital saat ini peran mahasiswa tetap diakui sebagai “Agen perubahan” namun manifestasinya lebih beragam, mulai dari isu lingkungan, pendidikan, kesehatan mental hingga inovasi teknologi dan seringkali diimplementasikan melalui start-up atau LSM.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan zaman dari era perjuangan politik dibawah rezim otoriter menuju era globalisasi dan digitalisasi yang cenderung menonjolkan nilai – nilai individu”, lanjut Bang Min.
HPMS lahir untuk menyatukan orang Sula dan memberi sumbangsih yang besar untuk kemajuan Sula sesuai dengan semboyannya bukan sekedar oraganisasi mahasiswa dan pelajar semata, imbuhnya.
“Sehingga Kongres HPMS yang ke 4 harus dimaknai sebagai penyegaran nilai perjuangan para pendiri dan sekaligus sebagai refleksi 66 tahun HPMS berkiprah dalam memperjuangkan Hai Sua Poa Bai (Tanah Kelahiran)”, pungkasnya.
Untuk itu, jelang kongres HPMS Ke-4 sekaligus Dies Natalis yang Ke-66 yang nantinya dirangkai dengan silaturahmi akbar masyarakat Kepulauan Sula, Bang Min mengajak semua komponen untuk menyukseskan serangkaian kegiatan ini sebagai tanggung jawab moral ‘Pia Sua’ (Orang/Masyarakat Sula) serta para senior HPMS.
“Mari kita sukseskan kongres HPMS Ke-IV”, tutup Bang Min.






