Pandeglang — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengakibatkan banjir di 13 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter. Ribuan warga terdampak akibat luapan sungai yang membanjiri permukiman.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad, menyampaikan bahwa sedikitnya 7.000 kepala keluarga (KK) atau sekitar 29.000 jiwa terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Selasa hingga Rabu (14/01/2026).
“Banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga,” ujar Riza kepada awak media, Rabu (14/01/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat empat kecamatan yang masih terendam banjir, sementara wilayah lainnya air mulai berangsur surut dan kondisi berangsur normal.
“Wilayah yang paling terdampak sejak kemarin adalah Kecamatan Sobang, Sukaresmi, Patia, dan Pagelaran,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Pandeglang terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan keselamatan warga serta kebutuhan darurat masyarakat terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang.
Jainal






