Jember, Investigasi.News- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memiliki delapan rumah sakit umum daerah (RSUD), satu di antaranya adalah RSUD Kalisat. Selain sebagai penunjang keterjaminan kesehatan bagi masyarakat, rumah sakit yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) itu diharapkan menjadi salah satu sumber penopang pendapatan anggaran daerah (PAD).
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komisi D DPRD Kabupaten Jember, Direktur Utama RSUD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas mengatakan di tahun 2026, target RSUD Kalisat kurang lebihnya 72 Miliard.
“Target kami tahun ini mencapai 72 Miliard rupiah. Minimal 60% target tersebut tercapai.” Ungkap dr Nurul dalam RDP bersama anggota DPRD Komisi D. Kamis(12/2/2026)
Untuk menunjang pencapaian target tersebut, Dirut RSUD Kalisat akan melaksanakan berbagai pengembangan terkait pelayanan di rumah sakit.
Nurul mengatakan perlu adanya rehab gedung pelayanan rumah sakit yang salah satunya Layanan Klinik Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
“Selain untuk memenuhi 24 kompetensi, dengan adanya layanan klinik SPMI, RSUD Kalisat bisa melayani pemeriksaan bagi pekerja migran”imbuhnya.
Selain itu, Nurul juga mengharapkan agar RSUD Kalisat juga bisa memberikan layanan Hemodialisa bagi masyarakat.
“Kami sudah merencanakan hal tersebut, semoga di awal tahun 2027 tidak ada halangan merintang, RSUD akan menyediakan 4 mesin HD” Ujar Nurul. Js






