Pasaman – Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) Kabupaten Pasaman resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2030 pada 21 Februari 2026. Momentum ini menjadi penanda berlanjutnya komitmen organisasi dalam memperkuat peran perempuan serta mendukung pembangunan sosial di daerah.
Dalam formasi terbaru, kepengurusan kembali dipimpin oleh Wahyuni Endila, S.S., M.Hum. sebagai Ketua. Ia didampingi Melly Rafi Yanti sebagai Sekretaris dan Fadila Jahidah sebagai Bendahara.
Dalam sambutannya, Wahyuni menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat pengabdian yang telah dirintis pada periode sebelumnya.
“Kami ingin ALPPIND semakin hadir secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi perempuan yang membutuhkan dukungan, baik secara sosial maupun ekonomi. Kepengurusan baru ini menjadi awal untuk memperluas gerakan dan kolaborasi,” ujarnya.
Dihadiri Berbagai Unsur Daerah
Prosesi pelantikan turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pasaman, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPA & KB), unsur organisasi perempuan, tokoh masyarakat, serta jajaran Pengurus Wilayah ALPPIND Sumatera Barat yang mengikuti kegiatan secara daring.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap peran strategis ALPPIND dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga di Pasaman.
Lanjutkan Program Sosial Berdampak
Selama periode sebelumnya, ALPPIND Pasaman aktif menginisiasi berbagai program sosial. Di antaranya Seminar Ketahanan Keluarga, penyaluran santunan rutin setiap Ramadan bagi perempuan kepala keluarga, serta fasilitasi insentif bagi Guru Ngaji dan Guru Al-Qur’an di sejumlah wilayah selama beberapa tahun berturut-turut.
Organisasi ini juga berhasil merealisasikan pembangunan sebuah mushala di Malampah melalui dukungan donatur dan partisipasi pengurus. Mushala tersebut kini dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat ibadah sekaligus kegiatan keagamaan.
Memasuki periode 2026–2030, ALPPIND Pasaman menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta mendorong kesejahteraan sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Pasaman.
Daji








