Padang Panjang— Pemerintah Kota melalui Tim Penanganan Kasus dan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar screening kesehatan mental bagi seluruh siswa SMP Negeri 5 Padang Panjang, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi persoalan psikologis sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Screening menyasar siswa kelas VII, VIII, dan IX melalui pengisian instrumen khusus yang didampingi langsung oleh Tim Penanganan Kasus UPTD PPA Kota Padang Panjang. Pendampingan dilakukan guna memastikan proses berjalan tertib serta data yang diperoleh akurat dan dapat ditindaklanjuti.
Sekretaris Dinas Sosial PPKBPPPA, Azani Maizuar menjelaskan pentingnya deteksi dini kondisi kejiwaan siswa sebagai upaya meminimalisir risiko kekerasan.
“Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian bersama. Dengan deteksi dini, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno yang turut melakukan monitoring ke ruang-ruang kelas, menyebut screening ini sebagai fondasi dalam membangun sistem perlindungan anak yang responsif dan terintegrasi di tingkat kota.
Terpisah, Wali Kota, Hendri Arnis, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui screening ini, kita ingin memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemko berkomitmen memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta instansi terkait. Apabila ditemukan indikasi persoalan mental maupun sosial, penanganan akan segera dilakukan dengan pendekatan profesional agar anak mendapatkan perlindungan maksimal. (rilis/Kamal)








